Email konfirmasi tiket masih terbuka jelas di layar karena ia barusan mengecek lagi setelah menelpon Dede tadi.
Manchester - Medan.
Tanggal keberangkatan.
Dua hari lagi.
Ia menatap angka itu lama, seolah - olah kalau ia melihatnya cukup lama, tanggal itu bisa berubah sendiri.
"Jangan pulang cuma karena aku," gumamnya pelan, menirukan ucapan Dede tadi.
Nada suara Dede terngiang jelas di kepalanya, tegas dan berusaha rasional dan tidak terdengar goyah.
Arsya tersenyum tipis.
"Tapi kamu kan nggak pernah bilang jangan datang karena nggak mau ketemu aku," ucapnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.
Kalimat itu menggantung di udara kamar yang sunyi.
Ia berdiri, berjalan ke dapur kecil apartemennya. Kulkas dibuka. Isinya tidak banyak. Hanya beberapa botol minum, telur,