Dede tertawa.
Foto kedua.
Dede dan seorang laki - laki yang sangat ia kenal.
Valen.
Foto ketiga.
Mereka tertawa bersama.
Lalu foto keempat, kelima dan seterusnya.
Wajah Arsya langsung berubah. Rahangnya mengeras. Ia memperbesar foto itu, seolah - olah dengan begitu bisa menemukan sesuatu yang mencurigakan.
"Ini apa lagi ..." gumamnya.
Tanpa pikir panjang, ia langsung menekan tombol video call.
Di dalam mobil, ponsel Tanti bergetar. Ia melirik layar, lalu tertawa kecil.
"Si korban sudah panas," katanya pelan.
"Angkatlah," sahut Arman santai.
Tanti mengangkat panggilan itu. Wajah Arsya langsung muncul di layar. Rambutnya sedikit berantakan, alisnya bertaut.
"Itu apa?" tanya Arsya tanpa basa - basi.
"Yang mana?" jawab Tanti pura-pura tidak tahu.
"Foto yang kau kirim."
"Oh itu