Ketika ia hendak melangkah keluar, Mama Ana memanggil, "Bang Ucok suruh langsung isi bensin aja habis nganter Mas Arsya ya."
"Iya, Ma," jawab Arsya patuh.
Ia keluar rumah. Mobil sudah menunggu di depan teras. Pintu dibuka lalu Arsya masuk dan duduk di kursi belakang. Mobil melaju pelan meninggalkan halaman.
"Mas Arsya diantar?" tanya Eyang Nino sambil menoleh ke Mama Ana.
"Iya, Pa. Dia lagi kena hukuman satu minggu," jawab Mama Ana sambil merapikan piring.
"Hukuman? Karena apa?"
"Nggak ngerjain tugasnya. Asyik main aja."
"Ooo," sahut Eyang Nino singkat.
Ssementara itu di perjalanan, Arsya duduk diam. Tidak ada musik atau ponsel di tangan. Pandangannya lurus ke depan, mengikuti laju jalan. Ada rasa aneh setiap kali ia diantar sopir ke sekolah. Terasa seperti kembali menjadi anak SD