"Jadi rupanya sudah panas kali kepalanya si Sandra waktu hari Sabtu itu," lanjut Tanti penuh semangat. "Sudah mau meledak katanya. Tapi untungnya katanya dia nelpon si Yeni. Nah, sama si Yeni disabar-sabarkan lah dia. Kata si Yeni, ‘Mau kau cari di mana lagi laki-laki kayak si Arsya itu, Sandra. Nggak ada seganteng dia di Medan ini, mana kaya raya pula. Kalau mau ada juga abangnya, si Arman. Tapi kayaknya nggak akan bisa kau sama si Arman, nggak bakal ditolehnya kau.’ Begitu kata si Yeni."
"Terus masalahnya apa sekarang?" potong Dede singkat.
"Janganlah kayak orang nggak peduli kali kau, ah!" protes Tanti.
"Nanti kalau aku peduli kau marah. Aku nggak peduli kau pun marah," balas Dede datar. "Apa sih sebenarnya mau kau ini? Pening kali kepalaku dengarnya."
Tanti terkekeh di seberang san