"Sudah ada kucatat di iPad-ku," jawab Arman santai. "Lengkap nama-namanya sama jumlah bulannya."
"Yang cuma tiga hari waktu SD itu dihitung juga, Bang?"
"Iya lah."
"Ckk ... jangan lah, yang sebulan aja."
Meja makan itu meledak oleh tawa. Mama Ana yang tadinya mau melotot malah ikut tersenyum.
"Uh rekor itu," kata Eyang Nino. "Om Azki aja nggak nyampe segitu kayaknya."
"Bang Arman nggak punya pacar sebanyak Mas Arsya?" tanya Om Owka.
"Lihat dia pacaran aja aku udah capek, Om," jawab Arman jujur. "Biarkan aja Arsya puas - puas hatinya. Aku fokus sekolah dulu."
"Oh bang Arman kayak Mama Ana banget ini," kata Eyang Nino sambil mengangguk.
"Eh aku juga fokus sekolah, Pa," sahut Papa Kana. "Nggak tahu ini anak nyasar sendiri, pacarnya seabrek."
"Kamu nggak pakai Maps, Mas," goda Om Owk