Ibu Riana yang sedang di dapur segera keluar. Wajahnya yang tadinya masih diliputi duka, kini tersenyum tulus pertama setelah beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah,” katanya sambil memeluk Farrel. “Anak Ibu semua lulus.”
Farrel tersenyum lebar. Tapi matanya segera mencari sosok lain. “Yusri mana, Mak?”
“Di kamar. Dari tadi diam saja.”
Farrel mengangguk. Dia berjalan ke kamar Yusri, mengetuk pintu. “Yus, gue lulus.”
Pintu terbuka. Yusri berdiri di ambang pintu dengan wajah yang masih datar, tapi ada sedikit kehangatan saat melihat kakaknya tersenyum.“Selamat, Bang,” katanya pelan.
Farrel tersenyum. “Makasih. Lu juga lulus, kan? Nilai gimana?”
“Cukup.”seru Yusri
Farrel tidak memaksa. Dia tahu adiknya sedang dalam masa sulit. Tapi setidaknya ada sedikit cahaya di wajah Yusri saat men