Di hadapan cermin besar, Rayyan menatap pantulan dirinya dengan jubah putih lengan panjang di atas kepalanya memakai peci di lilit sorban. Beberapa kali Rayyan menghela nafas panjang mengingat sebentar lagi acara di mulai.
"Dik" Rayyan berbalik menatap sang mama yang nampak bahagia. Dengan jilbab putih dengan manik-manik simple di lengkapi kerudung putih yang menjulur sampai menutupi dadanya.
"Ayo, kelamaan di kamar ga akan di mulai dong." Rayyan tersenyum. Sejenak menarik tubuh mamanya. Memeluknya erat dan menghirup aroma tubuh sang mama yang selalu menenangkannya.
"Kenapa hmmm?" Nadine mengusap punggung kokoh Rayyan yang kini tengah memeluknya.
"Sebentar, ma. Adik masih ingin memeluk mama." Nadine tersenyum. Dia tak menyangka akan melepaskan putranya di usia sekarang. Putra manisnya