Senang rasanya bisa keluar dari rumah sakit yang sebulan ini di tempatinya. Rayyan dan Athar sudah meninggalkan ruang inap yang di tempati Rayyan. Kedua anak laki-laki itu nampak bercanda dan saling melempar ledekan.
"Lo tunggu di sini. Abang mau urus sisa administrasinya. Mama bilang masih ada yang belum di lunasi."
"Suruh siapa sibuk sendiri. Anaknya pulang kok ga di jemput."
"Dadakn dik, oma lagi butuh mama. Udah deh jangan kaya bocah." Rayyan merenggut. Dia kesal selalu di bandingkan dengan bocah. Heii perlu di ingatkan usia Rayyan kini dua puluhan.
Sepeninggal Athar, Rayyan duduk di kursi tunggu yang berjajar di loby rumah sakit. Dia menghela nafas panjang saat mendengar penjelasan dokter Haekal dan dokter Wisnu soal kesehatannya. Badannya mungkin lelah karena sudah berbagai accid