Daun pisang sudah di bariskan di atas lantai keramik putih yang bersih. Tak banyak hanya satu daun pisang berukuran besar. Dengan cekatan Nadine dan mbak Tami menuangkan nasi liweut dari panci. Berjajaran di tengah daun. Lalu di taburi ikan teri goreng kering, lalu sambal terasi, tempe bacem dan lalalapannya di sebar tiap atas nasi. Namun sayang, sayur asemnya gagal karena terlalu manis.
"Sudah cuci mukanya?" Tanya Dimas saat melihat putra manisnya menggosok-gosok wajahnya dengan handuk kecil.
"Sudah. Wahhh..ma, jengkolnya mana?" Oma nampak terkejut dengan perkataan cucunya itu.
"Dik, bau ih." Oma menguarakan pendapatnya.
"Tapi enak oma, sekali makan langsung ketagihan." Rayyan duduk bersila di samping Dimas sedikit meringis ketika punggungnya bergesekan dengan kaos yang di pakainya.