Seseorang berpakaian hitam-hitam tengah membersihkan pisau tajamnya yang penuh darah. Senyum puas tercetak di wajahnya yang culas. Biarkan dirinya di sebut pembunuh kali ini toh dirinya memang berencana untuk menghabisi nyawa Athar, namun perkiraannya meleset. Seseorang datang dan merubah posisinya. Mengorbankan badannya untuk menggantikan Athar yang terkena tajammnya benda itu.
"Setidaknya, lo bisa ngerasaain gimana rasa sakitnya?" Ucapnya dengan tajam sembari melempar pisau itu ke dalam air.
***
Di depan ruang operasi, nampak semuanya panik. Terlebih Athar yang tak bisa berfikir jernih. Kedua tangannya yang masih berlumuran darah kering milik adiknya. Kedua tangan itu bergetar tak tentu. Panik. Nadine masih terisak di pelukkan Dimas yang baru saja mendengar jika luka tusuknya sangat d