Rumah terlihat sepi, duduk sendirian di ruang keluarga menjadi pilihan Rayyan. Mama dan papa masih menemani Athar di rumah sakit. Wajar karena putra mereka tengah sakit, bahkan Rayyan bisa melihat jika mama nampak sedih sekali.Perasaan dan fikiran aneh mulai memenuhi di benak Rayyan. Bagaimana jika mama tak perduli kepadanya lagi?, bagaimana jika semua orang tak butuh dia lagi di keluarga ini?, baru sehari saja dirinya sudah di cuekkan oleh mamanya apalagi seminggu atau lebih.Rasanya Rayyan tak sanggup.
"Lagi mikirin apaan sih?" Rayyan terperanjat kaget mendengar suara adiknya yang kini duduk di depannya.
"Ishhh,kodok. Kalau gue jantungan dan mati mendadak gimana?,Bikin kaget aja." Rayyan menatap sebal adiknya yang sedang mengemil kacang berbalut tepung krispy.
"Lo nya aja yang ngelamun