Hari-hari Rayyan kembali.Dia ceria seperti awal mula.Dia mulai menjalankan bisnis dengan Raka, membangun sebuah konfeksi hoddie, kaos, celana, ataupun sesuai pesanan dari konsumen.Rayyan tidak ikut campur di dalam sistem kerja para pegawainya, dia hanya pengasong modal untuk usaha yang di pimpin Raka. Namun tak hanya bisnis konfeksi yang kini di gelutinya, Rayyan pun ikut membantu di balik layar di panti amihnya dulu.Jadi dia tak sepenuhnya pengangguran meskipun hari-harinya di rumah.
Rayyan tersentum miris saat Nadine membentaknya tiga puluh menit yang lalu.Saat semua orang panik mendengar abangnya di larikan ke rumah sakit.Kini dia sendirian di rumah, meski di temani oleh mbak tami.
"Dik, Athalla menelpon.Katanya abang harus di rawat." Rayyan menganggukan kepalanya.Dia harus ke rumah s