Pagi ini ali dan faiz harus pulang karena ada kegiatan masing-masing.Kini rayyan sendirian di kamar tamu.Sudah mandi dan berpakaian santai.
"Selamat hari baru.Ayooo semangat!!!Sekarang cek laptop." Senyuman rayyan semakin lebar namun senyumannya luntur ketika laptopnya ada di kamarnya di lantai tiga.
***
Rumahnya terlihat sepi,mungkin abang dan athalla sudah berangkat kerja begitupun dengan papanya.Dengan perlahan,rayyan keluar dari kamar tamu menuju kamar miliknya di lantai tiga.Baru menutup pintu,gerakan rayyan terhenti saat berpas-pasan dengan kedua orangtuanya.Dari wajahnya,rayyan tahu jika kedua orangtuanya sangat terkejut.
"Dik?"
"Hehehhe papa,mama." Rayyan menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
"Kamu?" Rayyan sedikit tersenyum saat mama dan papanya berjalan ke arahnya.
"Maaf ya pa,ma.Sebenarnya kemarin rayyan?"
"Hahhh dasar anak nakal,pergi kemana?Kenapa ga bilang hah ga butuh mama sama papa lagi." Ucap dimas namun tak ada rasa emosi di sana.
"Bukan gitu,ini kejutan buat mama dan papa.Hari ini kan hari..ehm..hari jum'at pa."
"Sayang." Nadine memeluk putranya yang berdiri di depannya meski menggunakan kruk ketiak yang membantunya berjalan.
"Mama bahagia,kamu bisa move on."
"Ya iyalah ma,Ini sih kecil.Kehilangan kaki bukan berarti hidup berakhir juga kan.Itu kata-kata abahnya ali hehehe."
Dimas ikut memeluk putranya itu.Rasa bangga dan bahagia dia rasakan saat putranya kembali bersemangat.
"Ngomong-ngomong tabungan kamu habis dong?Satu kaki aja bisa sampe tiga ratus sembilan puluh juta kan?" Rayyan malah tertawa canggung.
"Kan masih ada papa.oia,kalau papa lupa kemarin papa menawarkan tagihannya kan.Adik sudah..." Rayyan mengedipkan sebelah matanya.
"Ahhh papa rasa sudah waktunya kerja.Papa berangkat dulu ya,yang." Cepat-cepat dimas pergi di iringi kekehan dari nadine.
"Ihh kamu,jahil banget sama papa sendiri." Nadine mencubit hidung mancung rayyan yang masih memerah akibat jatuhnya kemarin.
"Ihh sakit." Manjanya.
***
Siang ini nadine merasa bahagia.Betapa bahagianya melihat rayyan sudah bisa beraktifitas seperti biasanya meskipun masih menggunakan kruk.Tawa riang itu kembali,di dapur tami dan rayyan berdebat tentang sosis omlette yang di buat tami.
"Ihhh tam tam,gue maunya doublle.Telurnya dua,sosisnya empat pakai daun bawang jangan pakai penyedap ya.Pakai keju aja."
"Ga enak atuh,ya.Pakai irisan wortel aja ga usah keju."
"Susah ya selera lo itu.Denger ya,di amrik aja ga masalah pakai keju,bahkan di belanda keju terkenal sebagai bahan pokok."
"Itu di belanda,bukannya di sini."
"Ckckck..berisik lo."
Nadine hanya menggelengkan kepalanya,dua makhluk ciptaan allah itu nampak beragumen hanya soal telur sosis.
"Ngomong-ngomong itu gosong." Kalimat nadine yang membuat heboh rayyan dan tami saat teplon berisi soup jagung kental yang di buat rayyan dengan bantuan video yang di kirimkan madam alice kemarin.
"Ya allahhh!!!" Pekik rayyan.Dia menatap sedih soup kental jagung dengan cream yang awalnya berwarna putih dengan bulir-bulir jagung berwarna kuning kini hanya berkerak dan hitam di sisi teplon.
"Lo sih" rayyan mematikan kompor gas.Lalu meletakkan teplon di atas meja pantry.
"Bikin lagi aja,adik" ucap nadine.
"Ribet ma,harus buka videonya madam alice dulu.Ogah ah."
"Jelas ogah,bu.Toh madam alice ceramah dulu."
"Kaya yang ngerti aja lo,tam tam." Rayyan membuang soup jagung itu ke dalam tempat sampah.
"Sini biar mama aja." Nadine beralih dari duduknya dan bergantian dengan tam tam.
***
Nadine menatap cemas putra manisnya yang kini tengah berada di garasi.Dengan bantuan mang asep,rayyan menjajarkan semua motor kesayangannya di luar garasi.Dengan langkah yang masih pelan rayyan mengambil selang dan mulai membasahi motor miliknya.Pertama si tomo yang di mandikan.Kedua si beqi.Ketiga si rexi.Ke empat si mordy tak lupa si pepa yang kini di modif lebih bagus lagi setelah mendapat perwatan di bengkel.
Dengan hanya menggunakan kaos oblong abu-abu dan celana boxer selutut yang menampilkan kaki-kaki robotiknya yang baru di pasang kemarin tak menghalangi kegiatannya.
"Ini cemilannya dan susu." Nadine dan oma kini menemani rayyan mencuci motor-motor kesayangannya itu.
"Iya ma.Makasih."
Oma senang melihat cucunya bahagia.Namun kadang sedih melihat kedua kaki itu.
"Ma,besok boleh ya adik pakai si tomo."
"Emangnya sudah bisa?" Rayyan nampak berfikir sejenak.
"Kayanya belom.Pakai si pepa aja deh biar aman." Rayyan mulai mengelap bodynya si tomo.
"Memangnya mau kemana?" Tanya oma.
"Ehm pergi ke bengkelnya raka,oma.Kebetulan ada perlu sekalian menjajal kaki palsunya" jawab rayyan.
"Di antar mang asep aja di mobil."
"Ga usah,oma.Lagian ini kan kakinya dari jerman kualitas bagus dan fleksibel.Insyaallah lah,kalo bawa pepa aja ga akan crash." Rayyan menatap mamanya untuk meminta persetujuan.
"Iya,boleh tapi jangan narik dulu."
"Siappp.Tapi ga janji hehehe.." oma dan nadine hanya menggelengkan kepalanya.Bahkan oma bisa melihaf di balik sosok rayyan memang mirip sekali dengan mario.Sosok putranya yang memang menggilai otomotif.
"Om,marcel lusa mau nginep di sini.Kamu mau oleh-oleh apa katanay?" Rayyan tersenyum lebar.Om marcel kembaran ayahnya itu akan datang.
"Lusa aja deh,oma.Adik pengen sesuatu tapi rahasia."
"Dik,kamu sama abang lagi berantem ya??bahkan athalla aja sering cuekin kamu." Rayyan hanya tersenyum menanggapi ucapan mamanya.
"Ga,lagi capek aja kayanya.Kan abang sama athalla sibuk.Pergi pagi pulang malan,jadi ga ada waktu buat ketemunya." Alasan adik memang masuk akal.Namun nadine bisa menyadari jika tatapan rayyan sangat merindukan abangnya.
***
Rayyan duduk di pantry sendirian malam ini.Perutnya terasa lapar ketika bangun tidur baru saja.Padahal jam baru menunjukan pukul satu dini hari.Dengan langkah pasti namun kini sudah terbiasa tanpa kruk,rayyan menyiapkan air dalam panci kecil dan menyiapkan satu bungkus mie instan,telur,cabe rawit,sawi hijau,wortel,bakso dan sosis.
Rayyan bergumam mengikuti murrotal yang di mainkannya.Suara air mendidih dengan cekatan memasukan telur,baso,sosis,cabe rawit dan sawi.Terakhir mie instan dengan rasa soto itu di masukkan ke dalam panci kecil.Setelah matang,rayyan membuang air rebusannya dan menuangkannya di dalam mangkuk yang sudah berisi bumbu-bumbu mie.Tak lupa menambahkan air termos sesuai selera.Dan jadi mie instan ala chef rayyam.
"Bissmillahirrohmannirrohiim" setelah mengucapkan doa rayyan mulai memakan mienya dengan nikmat.
"Ckckck,makan sendirian aja lo." Gerakan rayyan mengambang.Tangan yang memegang sendok dan mulut penuh mie pun terhenti saat seseorang duduk di sampingnya dan megambil mie instan dalam mangkok yang sama.
"Ye,kenapa diem?Buat gue aja ya." Kini datang seseorang yang menggeser mangkuknya. Rayyan masih diam ketika sosok abang dan adiknya merebut mangkuk berisi mie instannya.
"Ihh,buat sendiri.Ini punya gue." Rayyan merebut mangkuknya dna mendekap mie dengan kedua tangan rayyan.
"Pelit lo." Athar menaruh garpu di depannya.Sedangkan athalla memilih membuat mienya sendiri.
"Biarin."
"Maafin abang ya" Rayyan twrsentum sembari mengunyah mienya.
"Hmm..adik udah maafin kok." Athar memeluk adiknya yang kini membalas pelukkannya.
"Maaf okey,abang udah egois dan salah sama lo,dik.Abang janji ga akan begitu lagi."
"Iya bang"
Sryuuuuttt...
"Ihhh jorok banget sih,kemeja gue di pake lap ingus" athar melepaskan pelukkannya.Sedangakan rayyan hanya cengengesan tanpa bersalah.sedangkan athalla hanya menghendikkan bahunya tak peduli.Dia lebih memilih fokus sama mie dalam panci yang menggoda lidahnya.Lapar memang mengalahkan semuanya.
***