----------
"Berapa yang harus ku bayar?" Ucap Alexa sembari memalingkan pandangannya karena sudah tak kuat dengan mata indah itu.
"Aku tak meminta uang," Ucap Philip santai.
"Lalu?" Tanya Alexa bingung.
"Ini," Ucap Philip sebelum sedetik kemudian bibirnya menyentuh bibir Alexa.
Mata Alexa membulat dan dengan segera ia mendorong tubuh Philip dan menamparnya.
Alexa tau bahwa tenaganya bahkan tak berefek pada pipi Philip.
Para penjaga dan pengawal kaget melihat hal itu. Biasanya jika setiap wanita yang pertama bertemu sudah di cium oleh Raja Philip pasti mereka akan meminta lebih dan berujung pada membatalkan kerja sama negara mereka. Namun, Philip tak pernah menolak keinginan puteri bangsawan bodoh yang memberikan tubuh mereka secara cuma-cuma. Bahkan Philip selalu memandang mereka seperti jalang dan setelah melakukan hubungan intim mereka langsung diberikan uang dalam jumlah yang besar dan sekaligus membawakan berita bahwa kerja sama antara negara mereka dibatalkan.
Sedangkan Philip malah tersenyum devil seperti tak merasakan sakit sama sekali akibat tamparan Alexa.
"Kau adalah wanita pertama yang berani menyentuhku, tapi aku suka itu," Ucap Philip dengan nada yang pelan membuat jantung Alexa berdetak tak karuan.
----------
"Tunjukan kamarnya," Perintah Philip pada para maid yang berada di sisi-sisi tembok. Philip bangkit dan kembali berjalan menuju singgasananya.
Para maid segera membungkukan badan mereka kepada raja dan segera menghampiri Alexa yang masih berlutut.
"Mari yang mulia," ucap salah seorang maid.
Alexa pun bangkit dan mengekor tiga maid di depannya.
"Anda sudah sampai yang mulia," ucap salah satu maid.
Alexa mengangguk dan menatap pintu besar di hadapannya. Dibukanya pintu besar nan megah itu. Alexa ternganga melihat interior kamarnya yang bernuansa biru dan indah. Kasurnya terpisah dari yang lainnya dan ada pembatas seperti pagar pemisah. Tak lupa ada sedikit kesan-kesan keemasan di dinding kamar itu menambah nuansa mewah kamar itu.
"Yang mulia perkenalkan saya Jane," ucap maid yang kurus.
"Saya Lily," ucap maid yang juga kurus.
"Saya Mina," ucap maid yang sedikit agak tua dan bertubuh sedikit gempal.
Alexa tersenyum dan ingin memerkenalkan dirinya.
"Namaku-" ucapan Alexa terpotong.
"Tak usah memerkenalkan diri yang mulia, seluruh kerajaan sudah tau siapa anda," ucap Mina.
Alexa tak percaya.
"Secepat itu?" Tanya Alexa.
Ketiga maid itu mengangguk.
"Kami akan melayani anda selama anda berada di istana ini," ucap ketiganya bersamaan.
Alexa tersenyum sopan.
"Aku ingin mandi," ucap Alexa.
"Kami akan memersiapkan air hangat untuk anda,"
Alexa mengangguk dan mengedarkan pandannnya pada seisi kamar itu. Ia berkeliling menyusuri setiap inchi kamar itu. Dia berdiri di depan kaca besar dengan di tepinya terdapat ukiran ukiran berwarna emas. Alexa melihat pantulan dirinya sendiri di cermin.
"Bahkan aku tak pantas berkaca di kaca indah ini," ucap Alexa. Ia melihat pakaiannya yang sederhana bahkan ia terlihat seperti memakai pakaian b***k.
Alexa memakai pakaian yang terbuat dari kain coklat yang kumuh dan lusuh dan tak lupa ia memakai sabuk untuk menjaga agar pakaian yang dikenakannnya terlihat pas di tubuhnya karena pakaian itu cederung kebesaran untuk badan Alexa yang kurus.
Alexa adalah anak kesayangan ayahnya dan juga cucu kesayangan kakeknya. Alexa menebak mungkin itulah sebabnya ketiga kakaknya sangat membenci Alexa karena mereka iri dengannya.
"Yang mulia air hangatnya sudah siap," ucap Jane.
Alexa mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Di sisi lain, hari sudah sangat larut terlihat Philip masih berkutat pada lembaran-lembaran putih di hadapannya.
"Yang mulia, anda sudah menyelesaikan bagian administrasi dan pertambangan, anda memang hebat," ucap Niell sembari mengambil tumpukan kertas yang tinggi dari meja kerja sang raja.
Philip tetap tak bergeming.
"Saya sarankan anda untuk menjaga kesehatan tubuh anda," ucap Niell sembari melirik berbagai macam makanan yang berada di ujung meja kerja sang raja.
Philip hanya mengangguk dan tetap membaca kertas di hadapannya.
"Yang mulia agresi pertahanan musuh sudah bergerak menyerang di daerah perbatasan," ucap Niell.
"Perketat pertahanan dan perbanyak pasukan perang untuk mengantisipasi," ucap Philip.
"Baik yang mulia," ucap Niell.
Niell melihat Philip sama sekali tak menyentuh makanan di sampingnya hanya menghela nafas dan pergi berlalu meninggalkan Philip.
Philip menaruh kertas kertas itu asal dan membuatnya berserakan di atas meja kerjanya. Ia sangat lelah hari ini dan ia ingin dipuaskan.
Sedangkan disisi lain Alexa sedang memandang jendela besar yang berhadapan dengan ruangan kerja Philip. Ia melihat lampu dalam ruangan itu masih menyala. Alexa tercengang ternyata raja seperti dia cukup workaholic. Apakah ia selalu seperti itu? Tak tidur sepanjang malam demi negaranya?
Alexa berjalan menuju kaca besar yang berada di kamarnya. Ia memandangi bibirnya. Ia menyentuh bibirnya dan membayangkan bagaimana tadi Philip menciumnya. Ia merasa ini tak adil karena Philip telah mencuri ciuman pertamanya sedangkan Philip pasti sudah mencium ratusan wanita di dunia ini.
"Apakah kau tak pernah dicium pria lain selain aku Putri Alexa?" Ucap Philip yang sudah berdiri di pintu sembari menatap Alexa dengan senyuman.
Alexa terlompat kaget dan sedetik kemudian ia menghela nafasnya.
"Bagaimana kau bisa masuk?" Tanya Alexa. Karena seingatnya ia bahkan mengunci pintu kamarnya.
"Apakah kau lupa siapa pemilik istana ini? Tentu aku mempunyai banyak kunci cadangan kamarmu," ucap Philip sambil berjalan mendekati Alexa yang terpaku di tempatnya.
"Kau tak menjawab pertanyaanku Alexa, apakah ada lelaki lain yang pernah menyentuh bibir ini?" Tanya Philip sembari menyentuh lembut bibir Alexa dengan pelan membuat detak jantung Alexa kembali tak normal.
"Jawab aku Alexa," ucap Philip.
Alexa bingung ingin menjawab apa. Apakah ia harus berbohong atau apakah ia harus jujur. Tapi sepertinya ia lebih memilih berbohong dengan begitu Philip tak ingin menyentuh dirinya karena ia sudah pernah di cium oleh lelaki lain.
"Apa yang kau katakan? Tentu aku pernah di cium pria lain selain kau," Ucap Alexa berbohong.
"Benarkah?" Ucap Philip dan ia kembali mendaratkan bibirnya
Alexa terlonjak kaget dan membulatkan matanya. Mengapa Philip masih mau menciumnya sedangkan ia sudah bilang bahwa ia sudah pernah di cium pria lain. Bukankah Philip akan merasa jijik padanya?
Philip menyudahi ciumannya dan menatap lekat Alexa dengan mata biru muda miliknya.
"Dilihat dari reaksimu kau seperti tak pernah berciuman," ucap Philip sembari tersenyum miring.
Philip masih menatap setiap inchi wajah Alexa. Ia sudah berubah. Alexa sekarang jauh lebih cantik dari terakhir mereka bertemu. Tetapi pakaian yang dikenakan Alexa sangat tidak pas pada tubuhnya. Lekuk tubuh Alexa menjadi tak terlihat karena baju itu sepertinya kebesaran untuk Alexa. Namun, hal itu tak memengaruhi kecantikan Alexa. Ia tetap cantik mengenakan apapun.
"Bisakah kau berhenti menatapku?" Ucap Alexa canggung karena wajah mereka masih berdekatan.
"Aku tak tau mengapa aku tak bisa memalingkan pandanganku darimu Alexa," ucap Philip.
"Kau pasti sudah mengatakan itu kepada ribuan wanita," ucap Alexa.
"Tidak," ucap Philip jujur.
"Bohong," Ucap Alexa tak percaya.
"Kau tak percaya pada apa yang kukatakan?" Tanya Philip.
Alexa mengangguk mantap.
Philip hanya mengangkat satu alisnya.
"Dan untuk apa kau kemari?" Tanya Alexa. Itulah pertanyaan yang ingin Alexa tanyakan sedari tadi.
"Untuk melihatmu," ucap Philip. Philip merasa kemarahan dan keletihannya setelah seharian penuh bekerja hilang seketika ketika ia sudah melihat Alexa.
"Sepertinya kau juga sangat sering menggoda wanita sehingga kau nampak mahir," ucap Alexa.
Philip bingung mengapa sedari tadi Alexa tak percaya pada ucapannya.
"Mengapa kau selalu tak memercayai ucapanku sedari tadi?" Tanya Philip dengan nada sedikit meninggi.
Alexa sedikit terkejut dengan sikap Philip.
Sedangkan Philip masih kesal dan menjauhkan tubuhnya dari Alexa.
"Istirahatlah." Ucap Philip sembari berjalan meninggalkan Alexa di kamarnya sendirian.
***
Keesokan harinya, Alexa mengerjapkan matanya untuk bangun dari tidurnya. Alexa merasa sinar matahari sudah mulai merasuki jendela kamarnya membuat Alexa menjadi terbangun.
"Selamat pagi yang mulia," Ucap ketiga maid kemarin.
"Yang mulia cepat bersihkan diri anda dan kami akan memilihkan pakaian untuk anda," ucap Lily.
Alexa pun hanya menurut dan membersihkan dirinya beberapa menit.
"Mari yang mulia," ucap Lily menunjukan sebuah ruangan tertutup tirai.
Alexa masuk le dalam ruangan itu dan betapa terkejutnya Alexa ketika melihat sudah ada banyak sekali baku-baju indah tergantung di dalamnya dan juga terdapat cermin besar untuk melihat bagaimana penampilannya memakai baju-baju itu.
"Ini baju yang dipilihkan oleh Raja Philip sendiri," ucap Mina sembari menyodorkan satu gaun berwarna biru untuknya.
"Tidakkah ini terlalu berlebihan?" Tanya Alexa.
"Yang mulia raja sendiri yang meminta anda memakai gaun itu," ucap Mina.
Tanpa pikir panjang akhirnya Alexa memakai gaun itu. Dan betapa terkejutnya Alexa karena gaun itu terlalu indah untuk dirinya. Bahkan Alexa merasa bahwa ia tak pantas memakai gaun seindah itu.
"Sempurna sekali yang mulia, anda sangat cantik tidak, dari awal memang yang mulia sudah cantik," ucap Mina terkagum kagum.
"Mari saya antar ke meja makan," ucap Mina.
Alexa bergegas keluar dari ruangan itu dan mengekor Mina menuju meja makan kerajaan.
Alexa sampai di depan meja makan dan sudah banyak hidangan di siapkan di sana. Dan juga terlihat Philip sudah siap mengenakan baju khas kerajaan yang senada dengan Alexa berwarna biru.
Seorang maid laki-laki menarikkan kursi untuk Alexa duduk.
"Apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Alexa melihat hidangan di hadapannya terlihat sangat banyak dan mewah.
"Aku ingin calon istriku makan makanan yang bergizi," ucap Philip.
"Dan gaun ini, aku tak pantas mengenakan gaun seindah ini," ucap Alexa.
"Kau adalah calon istriku jadi aku ingin kau berpenampilan layaknya seorang ratu," ucap Philip.
Seketika pandangan Alexa tertuju pada taman bunga yang berada tepat di belakang ruang makan.
Alexa berlari menuju taman itu.
"Wah bunga tulip, bunganya berwarna ungu, hanya di sini bunga ini berwarna ungu," ucap Alexa sangat senang melihat keindahan bunga itu.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Philip.
"Kau seharusnya menunjukan keindahan ini padaku," ucap Alexa sangat bersemangat.
"Apa indahnya itu? Bunga hanyalah bunga," ucap Philip.
Seketika ekspresi Alexa berubah. Hati Alexa merasa kecewa pada sosok raja di hadapannya. Philip adalah raja yang menguasai dunia tapi ia bahkan tak melihat sedikit pun keindahan dunia ini.
"Kau raja yang menguasai dunia tapi kau tak melihat keindahan dunia yang kau kuasai," ucap Alexa kecewa.
Philip merasa tercenung mendengar hal itu keluar dari bibir manis Alexa.
***