Setelah selamat menyebrang arbela memasuki sebuah toko pakaian yang terlihat mahal mahal Arbela terus memilih milih baju yang sekiranya cocok untuk sang nenek dan kakek yang ada di rumah
Sementara teyo yang kebetulan juga ingin membeli baju buat ganti karena memang teyo tak bawa baju ganti seperti kebanyakan anak anak muda memakainya
Teyo selalu berpakaian rapi karena memang dia seorang CEO perusahaan selain dia seorang mafia juga
Teyo pun masuk toko pakaian itu untuk membeli baju juga
Di saat bersamaan teyo malah bertabrakan sama arbela yang juga asik memilih baju untuk kedua orang jompo yang sekarang berada di rumah nya
" Auh...maaf..maaf
Arbela yang menyatukan kedua telapak tanganya meminta maaf pada laki laki di hadapannya
Sementara teyo malah tak menggubris nya, dia hanya melihati arbela seolah jijik melihat nya
" maaf om ...maaf om saya ngak melihat om ada di sini
Arbela masih saja meminta maaf dan arbela juga memanggilnya om
Teyo yang merasa di panggil om pun merasa keberatan karena teyo belum tua tua amat
" apa lu panggil gue om, kapan gue nikah Ama bibik lu ha
Teyo mendadak emosi dan geram Ama arbela
Sementara arbela Akirnya memandang teyo dengan tatapan sinis karena selama ini Arbela merasa sudah begitu menghormati setiap orang yg lebih tua darinya di panggil om atau mas
Tapi kali ini kesabarannya udah hilang dengan pernyataan teyo yang dia anggap seperti orang kurang paham menghormati orang
Dan arbela pun tak kalah pedas omongannya
" hei bong kalo lu ngak mau gue panggil om lantas gue harus panggil lu bapak atau kakek gitu ?ok kakek gue minta maaf!
" heh dasar bocil sama orang dewasa kurang ajar ya lu
" lu yang kurang pendidikan bisanya cuma memprotes orang ngaca sana biar mata dan otak lu encer
Perdebatan mereka pun di lihatin oleh banyak pengunjung disitu
Karena merasa berhadapan dengan orang gila arbela pun malah pergi ninggalin teyo
Teyo yang memang lagi puyeng karena mikirin proyek dan keberadaan sang kakek nya yang belum ketemu memenuhi otaknya
Arbela pun tak konsen dia malah memilih baju untuk sang kakek malah begitu kebesaran sementara sang nenek juga kekecilan
Arbela membayar semua baju itu dengan mengambil beberapa ratus tibu uang tabungannya karena sisa uang yang dia dapat tadi masih kurang, dan dia juga harus beli bahan bahan untuk jualan besok
Setelah selesai arbela pun pergi ninggalin toko baju itu karena dia tak mau ketemu dengan teyo yang dia anggap kurang waras
Sementara teyo juga udah tidak mud lagi untuk belanja
Teyo juga salah mengambil barang dan membayarnya di kasir setelah itu pergi tanpa melihat dulu apa yang dia beli
Teyo mengendarai mobilnya juga dengan kecepatan lumayan kencang
Hingga tanpa sadar di sebuah belokan tak sadar dia malah menyerempet pejalan kaki yang melintasi jalan itu
Dan pejalan kaki itu terjatuh meski tidak parah
Pejalan kaki itu ternyata arbela yang mau pulang ke rumah
Arbela pun tak sadar kan diri karena tubuhnya terbentur sebuah bak sampah yang ada di situ
Teyo yang sadar hal itu pun berhenti karena di teriaki beberapa orang yang kebetulan lagi membetulkan motor nya di sebuah bengkel di seberang jalan
Teyo pun turun dan melihat keadaan dan beberapa orang juga lagi memberi pertolongan pada arbela yang pingsan
" ini kan arbela si gadis penjual kue keliling yang sering mangkal di taman kota
" iya iya dia arbel kasihan dia
" ayo bawa dia kerumah sakit aja
" eh itu orangnya, yang bawa mobil ugal ugalan, yang membuat arbela jatuh tadi
" mas ayo mas bawa dia ke dokter aja
Semua orang pada melihati teyo dengan tatapan memohon bahkan ada yang bilang
" dasar orang kaya nyawa orang miskin tak ada harganya kali
Teyo yang mendengar itu pun seperti terbakar telinganya tanpa di perintah dia meraih arbel itu dan membopongnya ke dalam mobilnya
" biar saya yang bertanggung jawab akan saya bawa gadis ini kerumah sakit
" ya gitu dong
Akirnya teyo membawa arbel pergi dari tempat itu dan menuju rumah sakit sementara semua bawaannya di masukkan di jok belakang
Di tengah perjalanan teyo melajukan kendaraan sedikit pelan
Dia melihati wajah arbela dia sadar kalau gadis itu cewek yang bertengkar di toko pakaian tadi
" gila ini kenapa gue terus terusan bertemu gadis ini sih apa sebenarnya tujuanmu tuhan !
Teyo berteriak dalam hati
Lantas teyo menghentikan mobilnya di jalanan sepi di pinggiran kota selain dia tidak tahu puskesmas terdekat apalagi rumah sakit
Karena dia juga baru sampei di kota itu hari itu juga dan belum tahu arah
Yang teyo tahu cuma arah ke apartemen nya saja bahkan dia juga lupa kemana arah apartemen dia sekarang
Teyo Mandang Langit langit mobil nya dan mencoba berpikir jernih dengan semua masalah yang dia hadapi sekarang
Di saat itu arbel pun tersadar dari pingsan nya dan mencoba mengingat ingat sesuatu yang udah terjadi padanya sambil memegangi kepalanya yang terasa masih sedikit puyeng
Arbel menoleh ke samping
" tuan di mana saya
Arbel meraih lengan teyo dan teyo pun tersadar dari lamunannya
Teyo menoleh pada arbela yang terlihat memegangi kepalanya
Teyo merasa senang melihat itu dia buru buru memegangi bahu arbela dan menanyakan keadaanya arbela
Bahkan rasa jijik marah dan geram yang tadi ada dalam dadanya mendadak menjadi lembut
" gimana apa yang kau rasakan arbel apa kepalamu masih sakit ?
Arbela yang merasa masih rabun dengan pandanganya pun juga belum sadar tengah berhadapan dengan laki laki yang tadi berdebat dengannya di toko pakaian
" tuan apa yang terjadi ya arbel kok berada di sini
" tadi kamu habis kecelakaan apa kamu Ndak ingat
" kecelakaan .! tapi aku kan Ndak naik motor, kenapa aku bisa kecelakaan ya
" tuan kita di mana ?
" ya itu aku juga ngak tahu di daerah mana ini makanya aku berhenti di sini
" emang kita mau kemana ?
" tadi rencananya aku akan bawa kerumah sakit atau ke puskesmas tapi ngak tahu jalanya
" kok bisa tuan yang bawa aku ke puskesmas apa jangan jangan tuan yang buat aku jadi puyeng kayak gini ?
" iya aku minta maaf tak sengaja tadi kamu terlalu dekat di pinggir jalan waktu aku mengendarai mobil ku begitu kencang dan kamu malah terjatuh dan tak sadarkan diri dan semua orang menyuruhku membawamu kerumah sakit atau puskesmas biar kamu di periksa
Teyo menjelaskan semua masalah yang sebenarnya terjadi dan arbela pun mendengar nya dengan seksama
" ya kalo gitu aku juga berterima kasih tuan mau membawaku ke puskesmas untuk berobat tapi tuan tak usah aku udah ngak papa ,tapi tuan tahu namaku dari mana ?
" tadi dengar orang orang pada menyebut namamu jadi aku pikir itu benar nama kamu
" iya benar itu nama aku ,tuan ku mohon antar aja aku pulang ngak usah ke puskesmas atau kerumah sakit
" kenapa ?
" aku ngak apa apa tuan nanti nenek sama kakek ku malah. mengkhawatir aku kalo aku harus minum obat segala karena selama ini mereka tak pernah melihat aku sakit nanti kalau tahu aku sakit malah mereka malah bingung dan cemas sekali, aku ngak mau mereka cemas apalagi khawatir
" ya udah kalo gitu aku antar kamu pulang tapi aku ngak tahu jalan karena aku baru hari ini sampei
" emang tuan tinggal di mana.?
Pembicaraan teyo dan arbela pun semakin akrab bahkan teyo udah merasa tenang tidak seperti tadi
" baiklah aku coba lihat dimana kita sekarang
Arbel pun melihati sekeliling dan akirnya dia tahu sekarang keberadaan mereka
" oh ini jalan menuju arah kota sebrang tuan jalang Argosari kita terlalu jauh dari taman kota kalo gitu belok kiri lurus saja
" beneran kau ngak salah kan
" iya
Merekapun melanjutkan perjalanan menuju kota lagi di tengah perjalanan arbela meletakkan kepalanya bersandar ke belakang
Teyo menyadari itu dia merasa kasihan melihat nya
" Ar di mana ada rumah makan aku lapar sekali
Arbela yang mendengar itu pun menunjukkan arah dan betul sebuah rumah makan yg cukup ramai terlihat
Teyo pun menghentikan mobilnya di parkiran dan
" Ar ayo turun kamu harus makan juga
" tuan boleh ngak aku minta sesuatu