Pagi itu arbela mulai membereskan barang dagangannya yang akan di jual berkeliling taman kota dan sekitarnya karena di taman kota biasanya ramai orang orang yang pada menikmati keindahan taman setelah lelah berkerja
" Kakek hanu apa kakek mau ikut arbela ,siap tahu nanti ketemu keluarga kakek
" tapi kakek masih capek nak ,
" ya udah kakek tinggal di sini saja bersama nenek nanti kalo kakek udah ngak capek bisa meneruskan pencariannya
" apa boleh kakek tinggal disini lagi
" Kakek ini ,kalau kakek mau selamanya kakek boleh tinggal disini sama arbel, dan nenek arbel senang malahan ada yang nemani nenek ,begitu ya nek
" iya nenek juga ngak keberatan ada yang bisa nenek ajak berbincang bincang dirumah jadi ngak sepi seperti biasanya,apa kakek mau tinggal di sini ?
Kedua orang itu malah berbincang bincang sendiri sambil memakan kue yang di olah arbela semalam
" Kakek nenek arbela berangkat dulu ya ?
semua keperluan kalian udah arbel siapkan ,jika kalian mau makan sekarang juga udah siap ,kalian janji ngak usah ngapa ngapain kalo ingin tidur, tidur aja jangan melakukan hal hal yang berbahaya
" iya arbel terima kasih kamu membolehkan kakek untuk tinggal di sini sementara waktu
" iya kek
Arbela pun akirnya berangkat untuk menjajakan kue kue yang udah dia buat
Dia berjalan menyusuri jalan perkomplekan yang memang ramai karena padat penduduk bahkan kadang belom sampei taman kota arbela udah kehabisan dagangannya.
Rasa syukur arbela dan segala rezeki yang dia peroleh tak lepas dari nikmat yang di berikan tuhan padanya
Rasa ikhlas untuk menjalani takdir membuat arbel selalu membuatnya tambah
Meski hidupnya susah dan kekurangan tapi arbela tak mempermasalahkan semua itu
Bahkan untuk selalu menjalani hidupnya tanpa mengeluh dan semua itu dijadikan kekuatan dalam setiap usahanya
Perjalanan arbel menuju taman kota pun sampei dan kue kuenya pun masih tersisa separo
Arbel duduk di sebuah bangku di pinggiran taman ,jalan masuk yang juga banyak pedagang di situ
Wajah manis itu terlihat lelah karena berjalan tadi
Tapi sebuah senyuman yang indah tak pernah sirna membuat wajah yang sebenarnya begitu cantik itu tak bisa hilang
Meski dari kulit yang sedikit menjadi kecoklatan karena terik matahari setiap hari menerpanya
" Hae Ar lu baru datang ?
Seorang laki laki yang juga berdagang bakso udah berada di sebelah nya
" eh om Jajang ,iya om arbel baru sampei Ndak melihat om datang ,dah lama om di sini
" belum, kenapa kok kamu terlihat capek sekali iya om tadi mutar mutar komplek dulu baru ke sini
" oh, Ar kalo kamu mau makan bakso ambil saja sendiri seperti biasa Ndak usah Malu
Seorang laki laki setengah umur yang sering juga mangkal disitu meminta arbel untuk makan bakso yang juga dagangannya
" makasih om arbel masih kenyang.
Sesaat kemudian beberapa cowok datang untuk menarjet semua pedagang di situ dan salah satu dari mereka yang merupakan ketua geng nya, malah begitu suka dengan arbela ,tapi tak pernah di gubris oleh arbel
Dan arbela sering menghindarinya
Hari itu cowok itu malah dalam keadaan mabok dia mencoba memaksa arbela untuk ikut dengannya
Arbela pun menolaknya tapi cowok itu malah terus menyeret arbela dan menggendongnya arbela seperti karung beras untuk dia bawa pergi
Arbela terus memberontak dengan memukul mukul tubuh cowok yang menggendongnya dan tak ada yang bisa menolong nya karena di todong senjata oleh beberapa rekan rekan mereka
Tak ada yang berani menolong
Bahkan om Jajang dan beberapa rekanya hampir saja terluka karena menolong arbel
" lepasin kalian mau apa
" dengar manis kau bidadari ku jadi ikut denganku kita akan nikah di penghulu
" kau jangan gila ,aku ngak mau jadi istri lu
" kenapa ? aku mencintai mu
" tapi aku ngak mencintai lu,
Cowok itu melepas tangan arbela dan menurunkan dari gendongannya
Dan mendadak jongkok di bawah kaki arbela dan memohon agar arbela untuk mau jadi istrinya
" bel kenapa kau tak mencintai aku kenapa ?
" cinta tak bisa di paksa kan dan apa istimewanya dirimu ,sementara bisamu cuma mabuk dan mencari masalah dengan orang lain ,jika aku jadi istri lu aku akan mati kelaparan
Mendengar itu cowok yang bernama Marvel itu pun berdiri dan memandang arbela dengan tajam seperti mau menerkam nya tapi tidak demikian ternyata Marvel malah berkata
" apa yang kamu inginkan aku akan kabulkan aku janji akan menjadi laki laki yang pantas untukmu katakanlah bel
Marvel melipat ke dua tanganya untuk minta maaf pada arbela
" maafkan aku bel
Marvel meraih tangan arbela dan menggenggamnya aku akan menjadi laki satu satunya yang kau akan cintai
Tunggu sampai aku berubah dan datang melamar mu
Marvel mencium tangan arbela di depan semua orang di taman kota itu bahkan ada beberapa anak muda melihat itu semua pada kagum dengan Marvel dan arbela
Arbela hanya diam tanpa bersuara mendengar semua kata kata Marvel yang lagi mabuk itu
" di saksikan semua orang di sini aku Marvelio Agasta Hanggara akan membuktikan kalo aku akan berubah menjadi orang berguna hanya untuk bidadari di hadapan ku ini Arbela Greenora yang akan jadi satu satunya wanita dalam hidupku
Bahkan pernyataan Marvel itu pun di dengar oleh beberapa cowok yang ke betulan tak sengaja beristirahat
di taman kota
Sambil mencari sang kakek yang hilang entah kemana
Teyora bersama teman temanya yang sengaja memakei baju seperti anak anak muda lain untuk mempermudahkan pencariannya
" lihat bodoh sekali tu cowok mau maunya melakukan semua itu hanya demi wanita seperti itu
" Yo mungkin cewek itu istimewa baginya
" istimewa apanya dekil kaya gitu ih jijik gue
" ketimbang cewek cantik tapi ular gimana ?
" apa ngak pilih cewek dekil tapi buka. ular
Rehan yang malah membuat teyo terdiam dan berfikir lain tentang arbela yang saat itu memang terlihat kusut dekil tapi wajah manis nya tak bisa di bandingin sama yang lain
Mungkin sepintas memang arbela tak menarik
Tapi bagi orang orang seperti Marvel yang tiap hari melihatnya meski tak di gubris nya membuat Marvel jatuh cinta setengah mati pada arbela,
Bahkan Marvel mau melakukan apa saja untuk arbela gadis penjual kue keliling itu
Marvel sebenarnya anak orang kaya tapi karena kurang kasih sayang dan perhatian orang tuanya dia jadi anak broken home dan suka nongkrong mabuk mabukan bahkan tawuran
" Yo lihat cewek yang lu kira cewek dekil dan menjijikan itu dia manis banget Lo
" iya mungkin kalo dia lahir dalam lingkungan seperti Rena mungkin cantikan tu cewek ketimbang Rena
" udah jangan bahas lagi gue tak akan tertarik Ama cewek macam gituan
" lya seandainya dia jodoh lu apa lu akan rebut dia dari cowok itu
" udah ngapain jadi bahas cewek itu sih ngak ada yang lain apa
" ya gue jadi penasaran Ama cewek macam dia ,yang bisa buat cowok jatuh cinta padanya begitu besarnya, gue penasaran aja
" ya udah samperin dia biar cowok nya ngamuk sekalian, dan apa cewek macam dia bisa bertekuk lutut di bawah kaki lu yang terbilang cowok cakep seantero kota ini
" sialan lu
" gimana kalo kita taruhan dapatin dia
Rehan dan Bareta malah mengajak taruhan untuk mendapat kan cinta arbela
" kalian ini kurang kerjaan apa ? cewek tak tahu asal usul nya kaya gitu mau di buat taruhan
" heh jangan salah bro cewek seperti dia malah asik kalo di bikin taruhan bro
" iya karena belum ada seorang mafia kelas kakap kayak kita memperebutkan cewek dekil dan menjijikan dengan geng jalan
" dasar kalian pada gila aku akan pergi terserah lu mau ngapain di sini
Yang jelas gue ngak gila kayak kalian
Teyo pun pergi ninggalin teman teman mereka yang masih asik ngomongin arbela
Sementara arbela sendiri udah pergi setelah Marvel ninggalin dia saat itu
Arbel menuju sebuah ruko pembangunan proyek yang ternyata proyek teyo yang ada di sebelah barat taman kota dan masih semrawut karena pekerjaan banyak yang pada kabur karena udah lama gajinya menunggak karena sang mandor membawa kabur uang gaji pekerja harian saat itu
Arbel duduk di bawah pohon rindang di tepian jalan yang ramai lalu lalang orang yang mau menyebrang lewat sebrakros di jalanan kota itu dan saat itu dagangan arbela pun udah habis
Arbel ingin belanja di sebrang jalan di toko pakaian karena arbela ingin membelikan beberapa pakaian untuk sang kakek dan nenek
Biar kakek bisa ganti pakaian selama berada di rumah arbel sekarang ini
Karena udah di rasa sepi arbela pun mulai menyebrang dan sampei di sebrang dengan selamat
Tapi arbela tak memperhatikan pada saat menyebrang tadi
Ternyata ada seorang cowok yang berada di dalam sebuah mobil yang berhenti karena dia menyebrang jalan tadi tengah mengawasinya dia teyo