Di saat yang sama.
Di lantai atas gedung More Vision, suasana tak kalah sibuk. LONGSHOT sedang merekam konten Behind the Scene untuk kanal YouTube mereka. Lampu studio menyala terang, kamera bergerak mengikuti tawa dan candaan para member, sementara staf berlalu-lalang membawa clipboard dan kabel.
Nam Ryu berdiri di balik monitor utama, lengan terlipat, sorot matanya tajam mengawasi setiap detail—posisi kamera, sudut cahaya, hingga cara anak-anak itu berdiri agar terlihat natural tapi tetap “menjual”. Baginya, semua ini bukan hiburan. Ini medan perang.
Saat jeda istirahat diumumkan, Ryu menjauh dari keramaian dan duduk di pojok studio. Ia menyesap kopi hitam tanpa gula, pahitnya terasa familiar di lidah.
“Oh… Noona.”
Suara itu datang dengan ragu.
Ohyul mendekat, membawa dua botol air