Lorong belakang gedung MMA selalu memiliki atmosfer yang berbeda dari panggung utama. Tidak ada sorak sorai, tidak ada cahaya menyilaukan—hanya lampu putih dingin, lantai beton yang memantulkan langkah kaki, dan suara samar kru yang berlalu-lalang seperti bayangan.
Di sanalah pertemuan itu terjadi.
Bukan direncanakan.
Bukan dicari.
Dan justru karena itu terasa lebih kejam.
Sungchan awalnya hanya ingin mengambil napas.
Setelah penampilan RIIZE, setelah wawancara singkat yang penuh senyum palsu, setelah berdiri di bawah sorotan kamera sambil berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja—dadanya terasa terlalu sesak. Ia melepas masker, berjalan menjauh dari ruang ganti, menyusuri lorong yang jarang dilewati, berharap menemukan sudut sunyi untuk sekadar menenangkan diri.
Ia tidak menyangka