Dia berhenti dan memberi hormat pada Long Qingyang dan Long Zixun, "Kali ini untungnya bertemu Putra Mahkota dan Putri Agung. Putri ini berterimakasih kepada Putra Mahkota dan Putri Agung."
Long Zixun mengangguk, "Untungnya hari ini berpatroli di wilayah dalam hutan."
"Di waktu ini, ada banyak tamu di kekaisaran, beberapa pengacau tentu saja tidak bisa berdiam diri."
Long Zixun berkata dengan bijaksana, "Putri Yi Lan, kembalilah dan istirahat."
Dia mendongak dan memperkirakan sebelum berkata, "tamu Negara Dong seharusnya sudah sampai di Penginapan Kekaisaran. Kamu tidak perlu khawatir."
Yi Lan setuju dan berpamitan.
Long Zixun terus menahan dirinya untuk berbicara, dia terlihat sangat ragu-ragu.
Melihatnya, Long Qingyang memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu, "Apa yang ingin kamu katakan?"
Long Zixun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan kikuk, "Itu, Saudari. Aku tidak berpura-pura tidak bisa bela diri. Hanya saja aku jarang memakainya."
"Itu bagus kamu menguasai bela diri. Kamu bisa melindungi rakyat mu sendiri."
"Benarkah?"
Long Qingyang hanya membalas dengan senyuman, "Mmm... biarkan itu menjadi rahasia kecilmu."
"Baik, Saudari." Dia tertawa lega.
Mereka kembali sibuk masing-masing.
Dalam perjalanan, Long Qingyang ingat, Putri Yi Lan jatuh dari jurang dan hampir mati.
Siapa yang menyelamatkannya waktu itu?
Long Qingyang berpikir keras dan langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Itu Duan Zhuyu. Apa yang dia lakukan di tengah hutan?"
"Apa dia yang menyelamatkan Putri Yi Lan di kehidupan sebelumnya?"
Long Qingyang berpikir keras, "ada begitu banyak rahasia dan kali ini beberapa perubahan mungkin akan menimbulkan hasil yang berbeda dimasa depan."
Kali ini Negara Dong tiba dengan aman dan Putri Sandera (Yi Lan) juga aman.
Waktu perburuan kekaisaran telah tiba. Para pangeran dan bangsawan serta anak-anak pejabat yang terpilih segera pergi berburu.
Di area tenda ada para putri yang menunggu.
Ada juga Chen Hui yang memainkan Qin untuk mengiringi perburuan kekaisaran.
Ada para istri dari peserta yang ikut meramaikan suasana.
Perburuan berlangsung selama tujuh hari. Pemenangnya juga telah diumumkan.
Tim Kekaisaran Liang yang dipimpin oleh Putra Mahkota, Long Zixun, menempati posisi pertama.
Diikuti oleh Negara Xi yang dipimpin oleh Putra Mahkota negara Xi.
Kemudian diposisi ketiga ada negara Dong.
Long Qingyang menyesap tehnya dan bergumam pelan, "Kali ini Xi Xian, menjaga jarak dari Putra Mahkota dan Pangeran Kelima. entah Putra Mahkota akan tetap meminta hadiah pernikahan dengan ku atau tidak."
Long Qingyang bertaruh pada Xi Xian yang membuat Putra Mahkota dan Pangeran Kelima saling bertarung.
Pertarungan internal negara, mereka tidak punya waktu untuk bertarung dengan kekaisaran Liang.
Pertarungan antara pangeran sudah menjadi hal biasa, jagi tidak ada yang menganggap aneh pada pertarungan Putra Mahkota dan Pangeran Kelima.
Benar saja, Negara Xi meminta izin untuk pelayaran di laut Selatan.
Bagian selatan adalah pusat perdagangan, dengan izin pelayaran. Itu mudahkan mereka dalam melakukan perdagangan.
Sedangkan Negara Dong meminta aliansi pernikahan. kemudian kaisar mengabulkan. itu adalah pernikahan antara Putri Dong dengan kediaman Adipati Jun.
Ini adalah pernikahan bangsawan.
Kali ini Putri Dong selamat dan pernikahan dengan kediaman Adipati akan membuat Kaisar lebih tenang.
Kediaman Adipati bisa dikatakan sebagai salah satu pendukung Kaisar. Sekarang Kediaman Adipati juga mendapat dukungan dari negara Dong yang membuat sekutu Kaisar menjadi semakin meningkat.
Sejak perburuan kekaisaran selesai,.Long Qingyang menyadari permainan Qin dari Chen Hui bisa membuatnya sedikit lebih tenang.
Jadi dia meminta pelayan untuk mengundang Chen Hui ke kediamannya.
"Salam Tuan Putri Agung." Chen Hui memberikan hormat begitu dia datang.
"Berdiri."
Long Qingyang menatap Chen Hui yang berdiri dengan anggun di depannya, "Tuan Chen, permainan Qin mu luar biasa."
"Tuan Putri menyanjung, hamba senang permainan hamba bisa menghibur Tuan Putri." balasnya sopan.
"Ketika ada waktu luang, datang ke kediaman putri ini untuk memainkan beberapa lagu."
"Baik, Tuan Putri."
Chen Hui setuju tanpa penundaan.
Long Qingyang menatapnya dengan tenang, "Ayo mainkan lagu untukku."
"Baik."
Chen Hui mengambil posisi dan mulai memainkan lagu.
Setelah hampir setengah lagu dimainkan, Long Qingyang mengkonfirmasi bahwa permainan Qin dari Chen Hui memang bisa membantu meringankan sakit kepalanya.
Dia bahkan tertidur tanpa menyadarinya.
Ketika dia terbangun, langit telah gelap dan permainan Qin masih terdengar dimalam yang sunyi.
Long Qingyang menatap Chen Hui yang masih bermain Qin. Dia bangun dan menghampirinya.
Ketika jarak semakin menipis, Long Qingyang berjongkok dan dengan santai meletakkan tangan nya di semar Qin.
Permainan Chen Hui berhenti seketika.
Long Qingyang memperhatikan tangan Chen Hui dan berkata, "Dari sore hari hingga sekarang, kenapa kamu terus bermain?"
Chen Hui menjawab dengan lembut, "Tuan Putri belum memerintahkan untuk berhenti, hamba tidak berani berhenti."
Long Qingyang meminta sapu tangan dari pelayannya kemudian meraih tangan Chen Hui, "Lihat, tanganmu terluka."
Dia membalut nya dengan rapi.
Chen Hui disisi lain memperhatikannya dengan seksama.
Ekspresi Long Qingyang tidak senang dan tidak marah. ekspresi nya sulit untuk ditebak. itu hanya bisa dikatakan tanpa riak emosi apapun.
Long Qingyang selesai membalut tangan Chen Hui kemudian berdiri, "Baiklah, sudah selesai. Kembalilah."
"Baik, Tuan Putri."
Sepanjang perjalanan kembali, Chen Hui terus menatap balutan tangannya.
Long Qingyang kembali ke kamarnya dan berbaring di ranjang, "Ini adalah tidur terdamainnya."
Beberapa hari telah berlalu. Ibukota disibukan dengan berita pernikahan kediaman Adipati Jun.
Rakyat setempat penasaran dengan calon istri Adipati Muda dari kediaman Jun.
Dikabarkan calon istri Adipati Muda adalah seorang Putri Negara Dong yang telah disandera hampir tujuh tahun.
Kabarnya putri ini adalah seorang yang berbudi luhur.
Rakyat kembali dihebohkan dengan mahar yang dikirim oleh Negara Dong.
Sepertinya putri Yi Lan memegang posisi penting di negaranya.
Para rakyat berbisik diantara mereka.
"Pernikahan keluarga bangsawan ini benar-benar luar biasa."
"Benar, lihat mahar yang dikirim Negara Dong."
"Ini hanya untuk menyatakan kekuasaan."
"Benar, walaupun hanya seorang Putri dari negara kecil tapi mereka tidak bisa diremehkan."
Seseorang di kerumunan mencibir pelan, "Bukankah kekaisaran hanya takut tidak bisa menggunakan sumber daya dari negara Dong."
Dia tidak bertanya pada siapapun, dia hanya menyemburkan fakta yang dia ketahui.
Negara Dong sangat subur, dengan pegunungan yang membentang, sawah dan ladang hijau sejauh mata memandang.
Kekaisaran hanya ingin memanfaatkan sumber daya negara Dong untuk mendukung pasukan.
Biji-bijian sangat penting bagi para pasukan. makanan tidak boleh kurang, mereka mengeluarkan tenaga yang besar setiap hari.
Hari pernikahan Adipati Muda dan Putri Yi Lan akhirnya tiba. Rakyat berkumpul dijalanan untuk ikut menyaksikan kegembiraan.
Long Qingyang telah memperhatikan acara ini dengan seksama, tetapi ternyata tidak ada yang berbuat kegaduhan.
Dia merasa ada yang aneh, orang-orang itu benar-benar tidak keberatan dengan pernikahan ini?