Hari pernikahan Adipati Muda dan Putri Yi Lan akhirnya tiba. Rakyat berkumpul dijalanan untuk ikut menyaksikan kegembiraan.
Long Qingyang telah memperhatikan acara ini dengan seksama, tetapi ternyata tidak ada yang berbuat kegaduhan.
Dia merasa ada yang aneh, orang-orang itu benar-benar tidak keberatan dengan pernikahan ini?
Long Qingyang tiba-tiba merasakan tatapan yang salah. Sudut bibirnya berkedut, dia meraih cangkir teh di depannya kemudian menyesap nya dengan santai.
"Benar saja, tenang sebelum badai."
Ketika kalimatnya selesai, anak panah melesat dengan cepat ke arah pengantin wanita.
Adipati Muda dengan gesit menarik pengantin untuk menghindari panah, pengawal langsung berkumpul untuk melindungi orang-orang.
Semua orang yang baru saja bersenang-senang langsung menjadi waspada. Beberapa wanita bahkan berteriak ketakutan.
Wajah Adipati Tua terlihat jelek, ini adalah hari pernikahan cucunya, beraninya orang-orang itu membuat kekacauan.
Apakah dia sudah tiada?
Adipati Tua menatap para tamu dan berkata, "Lindungi semua orang."
"Pengawal, kejar sisanya. Jangan sampai ada yang lolos."
"Apa mereka pikir kediaman Adipati Jun begitu mudah di ganggu!" Adipati Tua berkata dengan marah.
Long Qingyang memberi jempol pada Adipati Tua (Jun Hao) di dalam hatinya.
Benar saja, momentum Adipati Tua itu luar biasa.
Ditengah kegaduhan, Adipati Muda (Jun Yu) tiba-tiba roboh ketanah.
"Adipati Muda."
"Adipati Muda."
"Ada apa dengan Adipati Muda?"
"Tuan Adipati Muda keracunan." Ditengah suara-suara yang panik, muncul suara lembut seorang wanita.
Orang-orang langsung menoleh pada wanita itu, disana Duan Zhuyu berdiri dengan anggun.
Mendengar ini, Adipati Tua menyuruh orang untuk memanggil tabib, "Cepat panggil tabib."
Long Qingyang yang telah lama melihat kekacauan, mendekati Adipati Tua. Menyodorkan sebuah botol porselen.
"Tuan Adipati Tua, ambil ini."
Adipati Tua menatap Long Qingyang dengan seksama.
Long Qingyang dengan santai berkata, "Orang-orang menyebutnya, pil detoks seribu racun. Ambillah, jika Adipati Muda itu membutuhkannya."
Long Qingyang memberi tanda kepada Adipati Tua, kalau Adipati Muda mungkin terkena racun langka.
Adipati Tua melihat wajah cucunya yang pucat dan bibirnya yang membiru. Dia berdiri, mengambil botol porselen dan mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih untuk perhatian Tuan Putri."
Tuan Adipati (Jun Li) tiba dengan tabib, sebagai ayah Jun Yu dia terlihat sangat cemas.
"Tabib silahkan periksa Putra ku."
Untuk menangani kekacauan, Jun Li meminta para tamu untuk kembali terlebih dahulu.
Long Qingyang menatap panah yang berserakan sebelum dia pergi.
Beberapa hari telah berlalu, rumor beredar di kalangan rakyat ibukota bahwa Adipati Muda Jun Yu telah diserang dan sekarang masih dalam keadaan kritis. Kediaman Adipati telah mengundang banyak tabib tetapi keadaan Adipati Muda belum membaik juga.
Di istana kekaisaran, di paviliun yang dikelilingi bunga, Long Qingyang duduk dan menikmati teh sore bersama Permaisuri Kekaisaran (Han Yue).
"Ibunda, sebaiknya penyerangan dikediaman Adipati Jun tidak berkaitan dengan anda."
Permaisuri terlihat tidak puas, "Putri, apa maksud mu?"
"Sekuat apapun kediaman Adipati, itu tidak akan pernah menjadi ancaman bagi Ibunda. Tetapi..." Long Qingyang menatap Permaisuri dengan seksama.
"...jika kediaman Adipati runtuh, beberapa orang akan menyeret anda bersamanya bahkan jika anda tidak melakukannya, anda akan diseret untuk disalahkan."
Permaisuri menatap putrinya dengan serius, "Apa kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan?"
Long Qingyang mengetuk cangkir teh ditangan nya dengan lambat, "Panah itu, selain Pemimpin keluarga Han..."
Long Qingyang terdiam beberapa saat, "...hanya anda yang memiliki wewenang untuk memerintahkan."
Salah satu dari anak panah yang menyerang kediaman Adipati memiliki tanda khusus pengawal rahasia Kediaman Han.
Kediaman Han jarang memiliki keturunan wanita. Tetapi di generasi Permaisuri, Kediaman Han mempunyai dua orang putri.
Yang tertua adalah Han Yue, yang sekarang menjadi Permaisuri Kekaisaran. Yang kedua adalah Han Xue, yang sekarang menjadi Nyonya kediaman Adipati Jun.
Jika seseorang ingin mengadu kedua saudari ini, pihak siapa yang paling diuntungkan?
Permaisuri menebak segala kemungkinan setelah mendengar perkataan Long Qingyang.
Long Qingyang juga sudah memikirkan hal ini sejak penyerangan kediaman Adipati.
Waktu yang tepat, Gu Ning juga kembali ke sisinya sebagai pelayan seperti di kehidupan sebelumnya.
Gu Ning menatap dengan hati-hati penyelamat hidup di depannya. Selama sebulan ini dia telah berusaha menyusup ke sisi Putri Agung. Akhirnya dia mendapatkan kesempatan itu.
"Gu Ning."
Gu Ning langsung mendongak, "Ya Tuan Putri."
"Putri ini akan mempercayakan mu sebuah tugas rahasia."
Gu Ning terkejut mendengarnya, dia baru tiba dan Putri Agung langsung mempercayakan nya tugas penting?
Gu Ning merasa hangat di hatinya, apa Tuan Putri tidak takut dia milik musuh?
"Silahkan Tuan Putri, Pelayan ini akan menyelesaikan tugas yang Tuan Putri berikan." Dia menjawab dengan penuh keyakinan.
Long Qingyang memberikan senyum dan berkata dengan lembut, "Lihat siapa yang ingin mengacaukan kediaman Adipati Jun dan Kediaman Han."
"Baik, Tuan Putri."
Di malam hari, Chen Hui datang ke kediaman Tuan Putri Agung untuk bermain Qin.
"Tuan Putri terlihat lelah." Chen Hui berkata dengan lembut ketika selesai memainkan satu lagu.
Long Qingyang memijat pelan pelipisnya, "Hanya memikirkan beberapa orang yang usil."
"Oh."
Setelah hening, petikan Qin kembali terdengar.
"Negara Xi sepertinya damai akhir-akhir ini."
"Oh." Long Qingyang berkata dengan tertarik, "Sepertinya selain musik, Tuan Chen juga sangat memperhatikan Negara Xi."
Chen Hui tersenyum ketika menjawab, "Beberapa rekan musik dari Negara lain menyebut nya dengan santai."
Sebelah alis Long Qingyang terangkat dengan tertarik, "menarik."
"Tuan Putri, camilan malam anda." Pelayan datang dengan banyak camilan.
Begitu Long Qingyang melihat Gu Ning diantara para pelayan, dia meminta Chen Hui untuk kembali.
Ketika kembali, Chen Hui melirik Gu Ning secara sekilas. Bahkan Long Qingyang tidak menyadari nya.
Begitu hanya sisa mereka berdua, Gu Ning mendekat dan membisikkan berita yang dia dapat.
Long Qingyang mendengung setelah mendengar nya, "Pangeran Kelima Negara Xi sangat bebas."
Dia terdiam lama, sebelum membisikkan sesuatu pada Gu Ning.
Di Negara Xi, pemerintahan sedangkan dihebohkan dengan laporan Putra Mahkota Negara Xi terkait penggelapan dana Negara oleh pangeran Kelima.
Di sisi lain Xi Xian melaporkan Pangeran Kelima karena melatih prajurit secara pribadi.
Xi Xian sebagai talenta muda dari keluarga bangsawan Xi, tentu saja akan menggunakan hal ini untuk melemahkan musuh.
Pemerintahan Negara Xi berada dalam situasi tegang akhir-akhir ini.
Raja marah besar karena pemberontakan Putra-putra nya. Tidak ada satupun putra nya yang terlihat bagus di mata nya.
Tetapi di sisi lain, dia sangat menyukai putra dari saudara nya. Memiliki bakat yang bagus dan para menteri selalu menyanjung nya. Raja sangat menyukai anak muda itu, Xi Xian.
Kali ini juga jasanya yang mengungkap kan pemberontakan pangeran kelima.
Begitu Negara Xi kacau, Kekaisaran Liang malah damai.
Long Qingyang mengatur agar berita tentang keusilan pangeran Kelima Negara Xi sampai pada permaisuri.
Permaisuri kemudian mendiskusikan masalah ini dengan saudari nya, Han Xue.
Begitu permaisuri dan Han Xue membereskan masalah. Berita Adipati Muda, Jun Yu, telah melewati masa kritis juga tersebar.