Malam yang indah untuk gemerlap bintang, terlihat kakak beradik tengah berdiam diri di teras rumah menikmati minuman cokelat panas. Di antara mereka tidak ada yang membuka percakapan sejak duduk beberapa menit lalu.
Entah sibuk dengan pemikirannya masing-masing atau memang sedang tidak fokus. Hanya saja yang mengetahui hal tersebut dari pribadi diri mereka sendiri. Bahkan Regina yang biasanya berisik pun mendadak terdiam.
Sejenak keterdiaman itu pun lama-kelamaan membuat Rafif menautkan kedua alisnya bingung. Ia menoleh ke arah sang kakak dengan bingung, terlebih mendapati wanita itu tengah melamun tanpa alasan.
“Kak, lo ngelamunin apa?” tanya Rafif memecahkan keheningan sembari menatap ke arah sang kakak yang terlihat menghela napas berat.
Regina menoleh, lalu menggeleng pelan. Ia tam