Selesai mencari banyak kebutuhan untuk mempelajari perusahaan keluarganya yang dikelola oleh Regina, akhirnya Rafif pun bergegas pulang. Ia hendak menemui sang kakak mencari tahu banyak hal.
Lelaki itu baru saja sampai tepat di depan rumah yang masih tetap sama, seperti beberapa bulan lalu ketika dirinya berada dalam pengobatan.
Rafif beranjak keluar membuka pengait gerbang yang dikunci tanpa gembok sama sekali. Membuat lelaki itu menggeleng tidak percaya menyadari sang kakak ternyata ada di rumah.
Tanpa mengucapkan apa pun, Rafif langsung membuka pintu utama yang memperlihatkan seorang wanita tengah menyapu kotoran di bawah sofa.
Sejenak keduanya saling terdiam satu sama lain, sebelum akhirnya Regina berlari kencang dan memeluk tubuh sang adik dengan erat.
“Astaga, Raf, lo kemana aj