“Sekarang apa yang mau lo lakuin, Raf?”
Kini Regina telah menyelesaikan makan siangnya, wanita itu tampak menyandarkan tubuh di tempat istirahat outdoor dengan beberapa karyawan terlihat menyegarkan pikiran. Kebanyakan dari mereka berasal dari divisi marketing yang membutuhkan banyak refensi. Sehingga tidak sedikit karyawan bekerja di luar ruangan tanpa mereka terganggu sama sekali.
“Seperti yang gue bilang tadi, Kak. Semua simpang siur, entah siapa yang mau gue percaya. Karena semua orang seakan-akan mendukung gue, terlebih Paman Ethan. Entah kenapa gue masih ragu buat percaya lagi. Setelah apa yang dilalui beberapa tahun lalu benar-benar membuat gue trauma.”
“Jangan dipaksain, Raf. Gue tahu lo mau kasus ini selesai. Ingat, masih banyak orang yang benci sama lo. Bukan gue mau ngelarang