Selepas bekerja di BIN, Rafif pun mengendarai mobilnya menuju apartemen yang akan digunakan sebagai tempat tinggal. Lelaki itu tampak melonggarkan dasi hitam yang sekarang menjadi seragam resmi dirinya setelah selama beberapa tahun menggunakan seragam kepolisian yang begitu gagah.
Cukup mengejutkan memang ketika Rafif lebih memilih untuk bekerja di bawah kepemimpinan Badan Intelijen Negara. Karena lelaki itu hampir tidak pernah mengatakan apa pun di masa depan, selain tetap bekerja mengabdi pada negara tanpa melakukan pengkhianatan sekalipun.
Sejenak Rafif menempelkan sebuah airpod di telinga kanannya, lalu mulai memencet sesuatu di ponsel sampai nada tunggu tersambung singkat. Sebab, sang pemilik ponsel yang kini sedang dihubungi oleh lelaki itu mengangkatnya dengan sangat cepat.
“Halo