Keesokan paginya, Rafif pun terbangun akibat alarm yang terus menyala tanpa henti membuat lelaki itu mau tidak mau membuka matanya untuk mematikan suara berisik yang sudah mengganggu sebelum dirinya membuka mata dengan sempurna.
Sejenak lelaki itu mendudukkan diri di tepi tempat tidur sembari menatap kamar hotel yang sempat menjadi tempat pertemuan dirinya dengan Xavier. Entah apa yang direncanakan lelaki itu, tetapi cukup membuat Rafif merasa curiga. Kedatangannya tanpa sebab yang jelas benar-benar membuat Rafif dibuat tidak mengerti.
Setelah beberapa saat terdiam mengumpulkan nyawa, Rafif pun bangkit untuk membersihkan tubuh. Lelaki bertubuh kekar itu pun tampak mulai menyirami tubuhnya dengan air hangat dari shower yang menyala tanpa henti membasahi setiap sela rambut serta tubuh kian