Setelah melakukan perbincangan cukup serius, kini keduanya telah berdiri di depan lobi hotel dan bersiap untuk check in karena hari semakin larut. Tentu saja Regina yang memiliki pekerjaan besok pun menyadarkan dirinya sendiri untuk segera merebahkan diri.
Kini seorang wanita yang datang hanya membawa tote bag berisikan pakaian bersih pun menatap santai ke arah sang adik baru saja mendapatkan dua kunci kamar berbeda. Membuat Regina mengembuskan napasnnya panjang melihat kedatangan Rafif dengan senyuman lebar yang menjadi satu-satunya sikap natural dari sang adik. Sebab, lelaki itu terbiasa dingin dan seakan tidak memedulikan apa pun membuat Rafif banyak dijauhi oleh orang lain, kecuali Lizian dan Hafa yang sudah mengenal sejak lama.
“Kak, lo mau kamar yang mana? Udah gue check in sesuai