“Raf, gimana keadaan Vesenia?”
Seorang gadis melenggang masuk membawa beberapa kresek di tangannya, lalu menoleh ke arah Rafif yang terlihat sibuk memandangani laptop milik Grubby. Ketiga lelaki itu memang sedang mengawasi perkembangan Vesenia yang benar-benar masih terlihat syok dengan keadaannya sendiri.
“Belum meyakinkan untuk mengelola LUCA, gue rasa memang sebaiknya dia memiliki waktu unuk menenangkan diri. Lagi pula Ell juga bilang sama gue kalau pabrik belum menerima keadaan, jadi benar-benar masih memiliki proses panjang,” jawab Rafif mengembuskan napasnya panjang.
“Gue pikir, apa yang dikatakan Rafif benar!” timpal Grubby mengangguk mantap.
Kemudian, arah pandangan Zyrach jatuh pada seorang lelaki yang terlihat duduk tepat di samping Rafif untuk memantau kamera pengawas dengan