“Hafa! Lo di mana?”
Beberapa petugas polisi tampak mengikuti langkah Lizian dari belakang. Mereka hendak menuju salah satu tempat yang sudah diselidiki oleh Hafa. Gadis maskulin yang sayangnya berwajah manis itu terdiam dari seberang telepon membuat Lizian mengernyit sesaat.
“Hafa, gue minta lo sekarang mundur!” titah Lizian tegas membuat langkah lelaki itu spontan terhenti.
Suasana mendadak senyap dengan petugas polisi yang di belakang Lizian saling berpandangan satu sama lain. Membuat salah satu dari mereka mengkode agar tidak melakukan apa pun, selain menunggu perintah dari lelaki yang sudah menjadi pemimpin bagi mereka. Tepat ketika Rafif menghilang, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa mereka jauh lebih senang ketika dipimpin oleh Rafif daripada Lizian.
“Zian, gue akan kehilangan