"Tidak ada yang datang ke mari 'kan?" tanya Pangeran Mahkota pada bawahannya itu. Yuwen Huai sudah lama menjadi bawahan putra mahkota bahkan sejak mereka kecil. Dulu Yuwen Huai adalah teman belajar Yun Yi, dan berlanjut menjadi bawahan sampai sekarang.
"Tidak ada, pangeran." Yuwen Huai membantu mengambilkan hanfu khas pangeran. Hanfunya berwarna kuning keemasan dengan lambang naga. Oh, ya naga adalah lambang untuk laki-laki dan Phoenix adalah lambang untuk perempuan. Kalau laki-laki, naga itu melambangkan kegagahan dan kekuasaan, sedangkan untuk perempuan Phoenix itu memiliki arti kecantikan dan keanggunan sebagai seorang perempuan.
Pangeran Mahkota mengganti hanfunya dengan hanfu bersih yang disodorkan oleh Yuwen Huai. Terlihat wajah pria itu yang tampak senang. Sehingga Yuwen Huai pun bertanya dengan sopan.
"Pangeran, apa anda menemukan suatu hal yang menarik hati?" tanya Yuwen Huai dengan hati-hati. Putra mahkota berjalan mengambil teh dan meminumnya pelan.
"Aku akan meminta izin pada ayah kaisar agar aku bisa menjadi murid sekte Bunga Salju." Tanpa menunggu waktu yang lama, Yun Yi sudah berjalan menemui ruangan ayah kaisar.
Prajurit kerajaan dan semua pelayan sudah terbangun dari tidur mereka. Kepala mereka masih terasa sakit dan pening.
"Kalian tak usah ikuti aku!" ujar Pangeran Mahkota, Yun Yi pada semua prajurit dan semua pelayan.
"Tapi pangeran?" jawab salah satu prajurit.
"Aku akan bersama Yuwen Huai. Kalian lebih baik normalkan dulu kepala kalian itu," ujar Pangeran Mahkota.