Di mana ada harapan dan juga kerja keras maka apa yang diimpikan akan terwujud
-Song Lianyu-
Terkadang orang yang kelihatannya baik, belum tentu dia adalah orang yang baik juga
-Long Feiye-
***
Long Feiye benar-benar kecewa kali ini, ternyata paman kedua yang dia sayangi yang telah meracuninya sejak dia masih kecil sampai sekarang. Beruntung dia bisa bertemu dengan guru Fang An yang baik hati. Yang bersusah payah mengeluarkan racun itu dari dalam tubuhnya. Bahkan cairan racun itu sudah hampir menyatuh di dalam aliran darahnya. Orang-orang biasa tak akan mengira itu adalah racun, mungkin saja orang biasa tak bisa merasakan kehadirannya.
Saat ini Long Feiye sedang berendam di dalam air kolam Lang Yuan. Airnya sedingin es, terasa sejuk dan nyaman di kulit putihnya.
Setelah semua racun di dalam tubuh Long Feiye dikeluarkan dia diperintahkan gurunya Fang An berendam di dalam kolam untuk pemulihan.
Long Feiye merasakan ada energi qi di dalam dantiannya. Dantiannya(wadah energi alam) sudah dicek oleh guru Fang An, dantian normal dan tidak caca t. Yang menyebabkan laki-laki itu tak bisa berkultivasi karena racun yang menyumbat dantian dan aliran qi nya itu.
"Feiye, kau bisa keluar dari kolam Lang Yuan, keringkan badanmu menggunakan handuk," perintah guru Fang An yang dijawab anggukan patuh Long Feiye.
Setelah mengeringkan badan dan berganti pakaian yang kering, dia dipinta untuk duduk di atas batu es dalam posisi bersila.
"Cobalah seraplah energi di sekitarmu! Tapi jangan terlalu banyak!" pesan guru Fang An.
"Baik, guru An," jawab Long Feiye. Dia berkonsentrasi untuk menyerap energi alam, kedua matanya terpejam.
Perlahan-lahan Long Feiye menyerap energi dari alam. Energi itu dengan perlahan masuk ke dalam dantiannya dan terkumpul di sana.
"Aku, aku bisa menyerap energi alam," ujar Feiye dengan senang. Dia sangat bahagia saat ini. Akhirnya hal yang dia tunggu, telah tiba.
Guru Fang An dalam hati dia antara merasa senang dengan sedih, senang karena anak didiknya bisa berkultivasi dan sedih karena anak itu baru bisa berkultivasi sekarang, karena paman keduanya yang jahat.
Dalam waktu empat jam Long Feiye sudah naik ke tingkat warrior bagian dua. Fang An sudah memeriksa bagaimana dantiannya, dantiannya termasuk dantian yang khusus warnanya biru seperti lautan dan jernih. Setiap orang terlahir memiliki dantian yang berbeda sesuai dengan diri masing-masing. Ada yang punya dantian warna merah seperti yang dimiliki Bai Quan. Ada pula yang punya dantian warna merah muda dengan kelopak bunga persik seperti punya Song Lianyu. Dan adapula yang warnanya emas, kuning, hijau, cokelat, abu-abu, bahkan warna putih pun juga ada. Pokoknya bermacam-macam. Dantian milik guru Fang An warnanya kuning keemasan. Oh, ya warna dantian sejak tingkat warrior bagian satu sampai dengan tingkat yang paling tinggi yaitu heavenly god bagian sepuluh tidak akan berubah. Di alam kultivasi tiap orang punya bangunan yang dinamakan arx. Untuk bentuk bangunannya bisa sesuai dengan yang punya bisa berbentuk istana, berbentuk bulat seperti kubah, atau mungkin berbentuk rumah pohon pokonya sesuai dengan sang pemilik.
Salah satu alasan kenapa paman keduanya (adik dari ayahnya) melakukan hal kejam dan jahat itu karena takut Long Feiye menjadi seperti ayahnya Long Feng Xi, yang dipuji keluarga dan selalu dijadikan kebanggaan keluarga Long. Sedangkan paman kedua sendiri selalu menjadi yang nomor dua. Itu membuatnya merasa sakit hati, iri, dan dengki. Pria dewasa itu tak ingin putranya merasakan apa yang dia rasakan sejak kecil sampai sekarang. Walaupun ayah Long Feiye sudah meninggal, namun tetap saja namanya disebut dan dibangga-banggakan.
Dengan membuat putra Long Feng Xi menjadi seseorang yang tak berguna barulah putranya(Long Bing) bisa menjadi yang pertama di mata keluarga Long. Dan baru bisa Long Bing dibanggakan sebagai cucunya yang paling hebat dan disayang. Kepala keluarga dan nyonya memberikan sumber daya yang melimpah untuk meningkatkan tingkat kultivasi cucu tersayang dan cucu nomor satu. Untuk Long Feiye sendiri tak pernah diberi sumber daya oleh kepala keluarga dan nyonya karena Feiye tak bisa berkultivasi dan dianggap sebagai aib bagi keluarga Long. Memberikan pil dan sumber daya pada Long Feiye hanya menghabiskan uang saja dan menyia-nyiakan pil bagus saja, itu kata kepala keluarga dan nyonya.
Mereka pasti akan menjatuhkan rahang jika tahu yang sebenarnya, namun Long Feiye membiarkan ketidakadilan itu tetap terjadi.
"Feiye, lebih baik kau sembunyikan dulu jika kau telah bisa berkultivasi sebab jika musuhmu tahu, mereka akan melakukan hal yang buruk padamu, sedangkan tingkat kultivasimu belum terlalu tinggi," nasihat guru Fang An. Jika diketahui musuh jika Feiye bisa kultivasi, maka mereka akan waspada. Lebih baik buat mereka lengah.
"Baiklah guru, murid mengerti," jawab Long Feiye mengangguk patuh.
"Coba Feiye terbangkan cangkir yang ada di sana," pinta sang guru seraya tangannya menunjuk cangkir yang terbuat dari kualitas terbaik yang ada.
Long Feiye mengangguk mengiakan. Tatapan matanya terarah pada teko dan cangkir yang ada di atas meja kayu yang ukurannya tak terlalu besar. Tangannya terangkat dan energi spiritual warna biru muncul, untuk pertama kalinya dia bisa warna energi spiritual miliknya sendiri. Selama ini dia hanya bisa melihat warna energi spiritual milik guru-guru dan juga teman-teman nya.
Cangkir berbahan dasar keramik giok itu terangkat, namun karena belum bisa mengendalikan kekuatan energi spiritualnya. Cangkir itu jatuh dari atas ke bawah sehingga pecah berkeping-keping di atas lantai marmer. Long Feiye kaget karena cangkir mahal itu terpecah-belah.
"Guru, maafkan murid. Murid tak sengaja melakukannya," ujar Long Feiye merasa bersalah.
Guru Fang An tersenyum saja. "Tidak apa-apa, Feiye. Ini adalah masalah kecil," ujarnya. Tangannya bergerak lalu dalam sekejap cangkir yang pecah menjadi utuh kembali seperti tak pernah pecah sebelumnya. Long Feiye sampai terkagum-kagum atas kemampuan sang guru yang sungguh luar biasa. Jika punya kemampuan seperti yang dimiliki guru Fang An, pasti barang-barang yang rusak bisa utuh kembali.
"Feiye, kau bisa melakukannya jika belajar dengan tekun dan giat. Ayo lanjutkan latihanmu sampai bisa mengendalikannya."
"Baik, guru An," jawabnya lalu kembali latihan.
***
Bai Quan di halaman belakang sedang latihan memainkan tombak. Gerakannya mula-mula lambat, lalu semakin lama, makin cepat. Dia baru saja membeli buku di toko buku tentang serangan memakai tombak.
Rambutnya yang panjang bergerak sesuai dengan gerakan tombak. Beberapa orang murid perempuan bersembunyi di balik pohon menyaksikan sesi latihan Bai Quan. Ingin tahu alasan kenapa gadis itu memilih untuk sembunyi, karena jika ketahuan melihat Bai Quan, pria itu akan mengusir menyuruh untuk mereka pergi.
Bai Quan sangat tampan saat latihan, batin seorang murid perempuan.
Hanya aku yang pantas memiliki Bai Quan, pikir murid yang lainnya.
Gerakannya sangat cepat seperti membelah angin, ucap murid yang rambutnya dikuncir dua.
Bai Quan melihat ke arah salah satu pohon besar. Dia merasa ada sekelompok orang yang sedang memandangi nya. Kedua
Merasa hampir ketahuan murid-murid perempuan itu berlari dari tempat persembunyian. Bai Quan yang melihat itu menggeleng heran dengan tingkah kelompok murid perempuan itu yang seperti tidak ada kerjaan saja. Dia balik melatih kemampuan bermain tombaknya.