"Sekarang kalian cobalah," ujar Ding Yuxi. Setelah itu semua murid-murid meletakkan pedang di atas lantai.
Long Feiye mencoba melakukan hal yang sama. Dia menengadahkan kedua tangan, tangan yang kanan membentuk kata-kata mantra.
"Ini kenapa masih tak mau," ujar Long Feiye pelan.
Murid laki-laki disebelahnya tertawa karena sudha berulang kali, tetap saja pedang kayu tak melayang.
"Memalukan sekali sebagai murid sekte," ejeknya. Long Feiye mengabaikan perkataan ejekan tersebut.
Di tempat yang sama, hanya saja di sudut yang lain Song Lianyu sedang mencoba menerbangkan pedang kayu yang belum bisa melayang juga.
Lianyu menatap murid-murid yang lain, yang sudah berhasil menerbangkan pedang kayu. Mereka naik ke atas pedang kayu dan pedang nya melayang-melayang. Murid-murid itu tampak senang sekali.
"Kapan pedang ku bisa terbang ya?" batin Song Lianyu sambil menatap pedang kayunya yang masih diam di tempat.
"Seperti nya bertambah satu orang yang tak berguna," ujar Li Xuan melihat Song Lianyu yang masih tak bisa menerbangkan pedang.
Lianyu terus menerus mencoba sambil kelelahan. Dia mengambil napas dan mengembuskannya.
Apa ilmu kultivasi ku tak cukup untuk menerbangkannya? batin Song Lianyu.
"Kayu ini adalah kayu yang berasal dari laut, jadi wajar saja jika lebih berat dari kayu biasa," jelas Ding Yuxi.
"Kalian yang belum bisa menerbangkannya, teruslah latihan jangan menyerah," pesannya.