Meskipun tidak secepat yang Yamabura bayangkan tapi setidaknya tidak seperti ketika ia berangkat kemarin.
Jalanan gunung terasa cukup licin dan basah, sepertinya habis hujan. Padahal rasanya saat ia menaiki gunung malam itu jalanan baik-baik saja. Awan pun tak ada yang menggantung di langit, jelas sekali bulan nampak di atas sana.
Yamabura sampai di bawah sekitar empat jam kemudian, perutnya sedikit lapar. Ia akan pergi ke desa Arah mencari makanan, tapi sayangnya saat keluar dari gerbang gunung tanah di dekatnya menutupi jalan masuk desa.
Yamabura mendesah sebal, jalanan tak bisa ia lewati karena hujan yang mengakibatkan jalan licin, dengan terpaksa ia mencari arah jalan keluar, mungkin ia akan menemukan jalan lain dengan rute yang lebih dekat. Meskipun ia tak yakin akan hal