Setelah dua hari berada di Kota bukit mereka pun memutuskan untuk pulang dan kembali berlatih.
Latihan yang di berikan Hideyoshi pada Yambura semakin keras dan melelahkan, bahkan rasanya Yamabura ingin menyerah.
Namun, setiap berpikir tentang hal itu. Dendam dirinya semakin terus berkobar, tanpa bisa padam.
Diingatnya wajah orangtua dan tentang klannya. Bagaimana ia bisa menyerah secepat ini padahal kematian keluarganya belum memiliki titik terang.
Buk!
Keras sekali Hideyoshi memukul perut depan Yamabura, yang membuatnya meringis kesakitan.
"Apa yang kau lakukan guru?" tanya Yamabura sambil memegangi perutnya.
"Seorang kesatria di larang melamun, kita tidak tau musuh datang kapan," jawab Hideyoshi atas pertanyaan Yamabura.
"Tapi, saat ini tidak sedang ada musuh, bukan," ucap Yam