Sabtu siang, calon penyewa pertama datang bersama pasangan serta seorang anak perempuan yang masih bersekolah dasar. Davina menyambut mereka di teras dengan agen dan pengurus. Devon ikut karena jadwalnya sesuai dan ia memang diajak. Ia tidak berdiri paling depan untuk menjelaskan semua ruangan. Davina sudah mengikuti pekerjaan sejak awal, sehingga ia dapat menunjukkan apa yang baru diperbaiki serta bagian yang tetap perlu dirawat.
Pasangan itu membawa daftar pertanyaan. Mereka ingin mengetahui kontak bila ada kerusakan, berapa lama tanggapan biasa diberikan dan bagian apa yang boleh diubah. Agen menjelaskan alur yang sudah disiapkan, kemudian meminta Davina menambahkan lingkup keputusan pemilik. Ia tidak menjanjikan semua perbaikan selesai pada hari yang sama, tetapi dapat memastikan laporan tidak harus menunggu penghuni berhasil menghubungi suaminya.
Di kamar yang dipilih untuk anak, ibunya menanyakan perubahan warna. Davina mengatakan mereka dapat mengajukan warna serta cara mengembalikan kondisi sesuai kesepakatan, dengan persetujuan tertulis yang dibaca sebelum pekerjaan. Anak perempuan itu mendengarkan sebentar, lalu berlari kecil ke jendela dan menunjuk halaman. Ia lebih tertarik pada tempat yang dapat dipakai menanam bunga daripada warna dinding yang dibicarakan orang dewasa.
'Boleh menanam di sana?' tanyanya.
'Boleh dibicarakan dengan pemilik,' jawab Davina sambil tersenyum. 'Ada bagian yang perlu tetap terbuka untuk saluran air. Yang di dekat pagar bisa kita lihat bersama.'
Mereka berjalan ke halaman. Anak itu menunjuk beberapa tempat, lalu ibunya mengingatkan mereka belum memutuskan akan tinggal. Davina menyukai semangatnya, tetapi tidak mengatakan rumah pasti menjadi milik mereka selama dua tahun. Ia menunjukkan bagian yang aman menurut pengurus, kemudian memberi waktu pasangan itu berbicara sendiri. Tur dapat terasa ramah tanpa membuat orang sulit mengundurkan diri bila syaratnya ternyata tidak cocok.
Devon melihat seorang anak mengintip saluran kecil, lalu mengingatkan hati-hati tanpa menariknya menjauh dengan panik. Ibunya segera mendekat dan mengajaknya kembali. Pria itu menunjukkan keran halaman kepada calon penyewa yang bertanya, kemudian kembali berdiri di sisi Davina. Keduanya mendengar keluarga tersebut masih ingin mempertimbangkan jarak perjalanan serta biaya, bukan hanya penampilan rumah yang disukai anak mereka.
Setelah kunjungan, agen menanyakan kesan Davina. Ia mengaku menyukai mereka. Namun, dokumen serta referensi belum lengkap, dan perasaan itu tidak cukup untuk memberi keputusan. Devon sependapat, tidak menjadikan pertanyaan anak mengenai bunga sebagai tanda bahwa rumah telah menemukan penghuni yang ditentukan sejak awal. Mereka memberi waktu pengumpulan bahan yang sama seperti kepada calon lain.
'Aku sempat ingin bilang pasti boleh menanam,' kata Davina ketika tamu sudah pergi.
'Kamu bisa menyukai mereka tanpa menjanjikan semuanya hari ini.'
'Aku tahu. Ternyata menyenangkan juga mendengar orang membayangkan hidup di dalamnya.'
Devon tersenyum, lalu menanyakan apakah ia ingin melihat halaman sebentar sebelum pulang. Davina mengangguk. Mereka berdiri dekat tempat anak tadi menunjuk dan membicarakan seberapa berbeda rumah terasa ketika orang datang membawa kebutuhan sehari-hari. Dulu pembicaraan mereka selalu mengenai hadiah serta harapan keluarga. Sekarang ada pertanyaan tentang air, perjalanan bekerja dan apakah satu kamar dapat dicat sesuai selera penghuninya.
Davina menanyakan apakah melihat anak itu membuat Devon menginginkan kehidupan yang sama. Suaminya berpikir, lalu mengatakan ia senang melihat keluarga yang tampak akrab, tetapi belum ingin menjadi ayah sekarang. Davina mengangguk, mengaku ia juga belum siap. Ia menyukai pertanyaan tentang bunga tanpa harus membayangkan kamar anak mereka sendiri. Devon menggenggam tangannya dan mengajak pulang sebelum terlalu panas. Percakapan itu selesai tanpa satu pihak harus berjanji akan berubah pikiran agar yang lain tidak kecewa, dan Davina merasa semakin mudah menyebut keinginannya apa adanya.
Pada Senin, agen menerima calon lain, seorang eksekutif yang ingin menyewa untuk penugasan delapan bulan. Nilainya lebih tinggi dan perusahaan menawarkan pembayaran awal. Davina meminta bahan resmi serta rincian kemungkinan pengakhiran bila penugasan berubah. Ia tidak menolak karena sudah menyukai keluarga pertama, tetapi tidak ingin angka tinggi menyembunyikan masa kosong serta biaya yang mungkin perlu ditanggung kemudian.
Ia meninjau perbandingan awal bersama Papa melalui telepon. Ayahnya tertarik pada hasil lebih besar. Davina meminta menunggu perhitungan bersih, dengan kebutuhan perabot serta layanan yang diminta. Papa setuju dibawakan dua pilihan ketika lengkap, bukan menyuruh memilih sebelum tenggat singkat calon kedua. Davina merasa percakapan itu lebih mudah setelah ia mempunyai pertanyaan yang dapat dijelaskan, bukan hanya perasaan mana yang lebih cocok.
Di kantor, balasan Arman menerima auditor pilihan bersama serta meminta kabar perubahan staf utama dalam waktu sehari. Tim menanyakan perubahan yang benar berdampak pada proyek, lalu mengusulkan lima hari kerja untuk yang biasa dan segera untuk yang memengaruhi keselamatan atau jadwal. Davina membaca alasan serta menyetujui untuk diteruskan dari sisinya. Masalah itu tidak memerlukan seluruh malam pasangan dipakai membahas daftar nama.
Selasa sore setelah kelas, ia pulang dengan satu latihan yang akhirnya dapat dijelaskan kepada teman belajarnya. Devon mendengar dengan wajah bangga yang membuat Davina tersipu. Ia mengatakan ini baru bagian awal, jangan dibayangkan dapat menggantikan penasihat perusahaan. Suaminya tertawa, menyatakan ia hanya senang mendengar istrinya menikmati sesuatu yang dipilih sendiri.
'Aku juga salah satu soal,' tambah Davina.
'Kalau begitu ceritakan bagian yang benar dulu. Aku belum selesai senang.'
Davina tertawa dan duduk di sampingnya. Mereka berbagi makanan ringan sebelum ia menceritakan calon kedua. Devon menanyakan berapa lama rumah mungkin kosong bila sewa delapan bulan berakhir, lalu mengaku ia tidak mempunyai jawaban tanpa bahan agen. Davina mengangguk, menandai satu pertanyaan untuk esok. Ia tidak perlu mengambil keputusan malam itu untuk membuktikan bahwa sudah pandai menghitung.
Sebelum tidur, agen mengonfirmasi keluarga pertama masih mengumpulkan satu referensi dari pemilik tempat tinggal lama. Davina memberi waktu sampai batas yang telah disepakati. Ia ingin penilaian yang adil, termasuk bagi tawaran yang tidak paling tinggi. Telepon disimpan setelah pesan selesai. Devon sedang mencari halaman buku yang tertutup tanpa penanda, dan ia membantu menemukannya sambil menertawakan kebiasaan meletakkan benda sembarangan yang ternyata belum banyak berubah.