Senin setelah kelas pertama Davina, Arman mengirim bahan awal pengembangan hotel. Ia menawarkan modal untuk mempercepat renovasi serta menambah kapasitas, dengan syarat pengadaan dan pengelolaan staf proyek berada di bawah kendali Mahawira selama masa investasi. Ia meminta Devon menghadiri penjelasan awal bersama penasihat. Dokumen belum menjadi perjanjian, tetapi syaratnya cukup jelas untuk dibaca sebelum orang tergoda membicarakan jumlah uang saja.
Devon meneruskan undangan serta bahan kepada Davina. Istrinya mempunyai pertemuan dengan agen rumah dan tim keluarganya pada jam yang sama. Ia tidak mengubah jadwal hanya karena calon investor memilih berbicara kepada suaminya lebih dahulu. Mereka meminta penjelasan yang sama diterima penasihat kedua pihak dan tidak ada jawaban atas perubahan hak Danajaya sebelum tim tersebut menilai.
'Aku ingin tahu kenapa satu penanggung jawab harus berarti satu pihak memiliki seluruh keputusan,' kata Davina.
'Aku juga akan menanyakan itu.'
Dalam pertemuan, Arman menunjukkan perkiraan waktu serta biaya yang dapat dihemat bila tidak perlu menunggu dua keluarga. Devon menyimak bersama penasihat Mahawira. Ia meminta contoh keputusan yang dianggap tertahan, lalu membedakan pengadaan rutin yang sudah didelegasikan dari komitmen baru yang membuat pihak lain ikut menanggung risiko. Ia tidak dapat mengganti perjanjian gabungan dengan persetujuan lisan sebagai suami Davina.
Arman mengatakan ia tidak ingin masuk pada proyek yang jawabannya selalu tergantung suasana keluarga. Devon merasakan kalimat itu mengenai bagian yang memang belum rapi. Ia mengakui perusahaan perlu mempunyai keputusan yang dapat berjalan meskipun dua orang sedang berbeda pendapat di rumah. Namun, memusatkan semua kuasa pada Mahawira belum tentu menyelesaikan ketergantungan tersebut; itu hanya menentukan keluarga mana yang harus selalu dituruti.
'Saya butuh kepastian siapa menjawab,' kata Arman.
'Itu bisa dibicarakan. Kami juga butuh kepastian apa yang dijanjikan oleh orang yang menjawab.'
Penasihat menandai bagian yang perlu bentuk tertulis. Pertemuan berakhir dengan Arman bersedia mengirim rancangan lengkap dan memberi sepuluh hari kerja untuk tanggapan awal setelah dokumen diterima. Ia belum meminta penandatanganan kontrak dalam batas itu. Devon menyampaikan bahwa kedua sisi akan membaca jumlah modal, penggunaan dana serta hak yang diminta sekaligus. Tidak ada kalimat yang dapat dipakai menyatakan Mahawira sudah menerima.
Sementara itu, Davina memeriksa perbandingan sewa bersama agen. Pilihan untuk penghuni perusahaan memberi angka lebih tinggi, tetapi perabot serta layanan tambahan mengurangi hasil bersih. Penyewa keluarga tanpa perabot terasa lebih sesuai tujuan pemilik. Ia belum meminta iklan ditayangkan, karena pemeriksaan hasil perbaikan belum selesai. Agen menerima dan menyiapkan contoh kriteria calon penghuni untuk dibahas dengan pemilik.
'Kalau jumlahnya lebih rendah, keluarga tidak keberatan?' tanya agen.
'Kami perlu tahu apa yang ditanggung bersama angka itu,' jawab Davina. 'Saya tidak mau memilih lebih tinggi lalu ternyata harus menyediakan hal yang belum kami siapkan.'
Ia menyimpan perbandingan untuk Papa. Saat Devon menelepon setelah pertemuan, Davina sudah berada di mobil. Ia meminta waktu sampai tiba di tempat yang dapat mendengar tanpa tergesa. Suaminya mengangguk melalui suara, mengatakan tidak ada jawaban yang harus diberikan malam itu juga. Davina merasa lega tidak harus memecahkan persoalan dari beberapa kalimat di tengah suara kendaraan.
Di penthouse, mereka membuka catatan Devon bersama. Ia menyampaikan ketertarikannya pada modal, lalu bagian yang tidak bersedia diterima. Davina menanyakan apakah ia merasa perlu menenangkan Arman dengan kata-kata yang lebih mendukung. Suaminya mengaku tergoda. Namun, ia tidak ingin tim lain harus memperbaiki janji yang sengaja dibuat kabur agar pertemuan berakhir menyenangkan.
'Aku senang kamu tertarik,' kata Davina. 'Aku juga ingin peluang yang baik. Kita bukan harus menolak uang supaya terlihat punya prinsip.'
'Tapi kita harus bisa mengatakan tidak kalau syaratnya tidak berubah.'
Davina mengangguk. Mereka menandai pertanyaan untuk penasihat, kemudian berhenti karena bahan lengkap belum datang. Ia tidak ingin menghabiskan seluruh malam menulis jawaban untuk kalimat yang mungkin nanti berbeda. Devon menyiapkan minum, lalu mendengar cerita tentang dua jenis penyewa. Ia menanyakan pemeliharaan serta kondisi awal yang akan dicatat, tidak menganggap ikut berdiskusi memberinya bagian atas hasil sewa.
Dua hari kemudian, rancangan tertulis Arman tiba. Kendali tunggal masih diminta, tetapi ada pernyataan terbuka untuk pengawasan bersama bila jalur serta batas waktunya dapat disepakati. Permintaan data mencakup laporan staf individual. Tim hukum kedua sisi mulai membaca, menandai informasi yang diperlukan untuk menilai risiko dan yang menyangkut kehidupan orang tanpa kaitan langsung pada modal.
Davina berhenti pada satu contoh permintaan yang dapat membuka keterangan pribadi pekerja. Ia menanyakan apakah risiko yang sama dapat dijelaskan tanpa identitas, lalu mendapat usul laporan gabungan serta pemeriksaan terbatas jika ada ketidaksesuaian. Devon meminta contoh disiapkan untuk Arman. Ia tidak ingin menolak kebutuhan informasi begitu saja, tetapi juga tidak akan memberi akses luas hanya karena lebih mudah dikirim daripada memilah apa yang benar diperlukan.
Devon mendapat telepon ayahnya, menanyakan apakah sepuluh hari cukup untuk menerima sebelum kesempatan hilang. Ia menjelaskan tenggat itu untuk tanggapan awal, bukan tanda tangan seluruh kontrak. Ayahnya menyatakan keberatan karena negosiasi dapat membuat Arman beralih. Devon mendengar, lalu mengatakan peluang yang hanya dapat diambil dengan mengabaikan hak pihak lain belum merupakan tawaran yang dapat diterimanya sendiri.
Malamnya ia memberi kabar kepada Davina. Istrinya tidak langsung memuji atau menyusun jawaban baru. Ia mendengarkan, lalu menanyakan apakah Devon sudah makan. Pria itu tertawa kecil, mengaku belum. Mereka menghangatkan sisa makanan dan duduk pada meja yang sudah digunakan membahas terlalu banyak dokumen. Davina memindahkan berkas ke sisi lain sebelum membuka wadah makan.
Mereka membicarakan kelas, buah yang dibeli terlalu matang dan rencana mendatangi orangtua Davina pada akhir pekan. Tawaran modal masih penting, tetapi tidak harus mengisi setiap menit ketika tidak ada bahan yang perlu dijawab. Saat bersiap tidur, Devon mencium istrinya dan mengatakan senang dapat membicarakan ketakutan kehilangan peluang tanpa diminta berpura-pura tidak menginginkannya. Davina mengangguk. Ia pun ingin menerima sesuatu yang baik, selama keduanya mengetahui apa yang harus diberikan sebagai gantinya.