Rabu setelah enam minggu pusat konferensi berakhir, kelompok kerja membawa laporan akhir kepada dewan. Davina meletakkan bahan yang telah dibaca di depannya. Ia masih merasa tegang menghadapi pertanyaan, tetapi kini tahu bagian yang dapat dijawab serta kapan perlu menyerahkan kepada orang lain. Devon duduk beberapa kursi dari dirinya sebagai wakil Mahawira. Anita baru kembali dari cuti dan tampak lebih segar ketika membuka penjelasan proyek.
Pekerjaan yang direncanakan selesai, dengan gangguan suara serta pemeriksaan sambungan kabel tetap dinyatakan. Ada biaya yang bertambah dan sebagian penghematan lebih kecil setelah kompensasi pelanggan dihitung. Keputusan rutin rata-rata lebih cepat setelah bahan lengkap, sedangkan dua pengiriman dokumen kepada tim berbeda membuat pekerjaan ganda. Perubahan pengiriman bersama sudah mengurangi beban itu pada tiga minggu terakhir. Tidak satu pun bagian tersebut membutuhkan cerita kemenangan yang menutupi ongkosnya.
Davina menyampaikan tugas pemilik dapat dipenuhi tanpa memeriksa setiap pembelian kecil. Ia juga menyebut permintaan data dari tim Danajaya pernah tidak memberikan tujuan serta tenggat yang cukup jelas. Hal itu telah diperbaiki, dan tanggapan staf perlu tetap didengar. Ia merasakan ayah menatap ketika bagian tersebut dibacakan. Namun, ia tidak menghapusnya hanya karena kesalahan sendiri terasa lebih sulit ditunjukkan daripada kesalahan pihak lain.
Seorang direktur bertanya apakah mereka akan melanjutkan percobaan sampai kuartal berikut. Ketua kelompok menjawab enam minggu telah cukup untuk keputusan pada ruang lingkup ini. Data diterima dengan keterbatasannya. Pengaturan wakil serta pelaporan dipertahankan sebagai cara kerja dua lokasi yang sudah dinilai, dengan penanggung jawab dan biaya yang nyata. Unit lain perlu dinilai berdasarkan pekerjaan sendiri sebelum dimasukkan, bukan otomatis ditunda untuk mencoba kedua lokasi ini kembali dari awal.
Arman hadir sebagai calon penyedia modal yang diundang mendengar hasil. Ia menanyakan apakah keputusan tersebut membuat hak persetujuan kedua keluarga tidak dapat diubah lagi. Davina menjawab perubahan dapat diajukan melalui pihak yang menanggung akibat, dengan alasan serta bentuk yang jelas. Cara kerja rutin yang diterima hari itu tidak mengubah kepemilikan atau menjadikan satu pihak bebas mengikat pihak lain pada komitmen besar.
'Jadi pembahasan modal tetap terbuka?' tanyanya.
'Terbuka untuk usul yang dapat kami nilai,' jawab Devon. 'Kami tidak bisa menjawab hak yang diminta sebelum tahu apa yang ditawarkan.'
Arman mengangguk, membuat catatan. Tidak ada tenggat investasi dipaksakan pada pertemuan itu. Ia meminta waktu menyelesaikan rancangan pengembangan yang sedang disiapkan. Dewan menerima hasil dua proyek dan meminta usul penerapan yang lebih luas dibawa sebagai keputusan tersendiri setelah kebutuhan tiap unit dipetakan. Davina menutup berkas dengan lega karena masa uji yang mempunyai akhir akhirnya sungguh menghasilkan keputusan.
Seusai pertemuan, Papa mendekatinya dan menanyakan mengapa keluhan terhadap tim Danajaya tidak cukup disimpan sebagai urusan internal. Davina menjelaskan beban kerja merupakan bagian yang dinilai bersama; pihak lain perlu melihat penyebab yang sama. Ia tidak menyebut orang yang tidak diperlukan, tetapi tidak dapat mengatakan semua keterlambatan berasal dari hotel. Papa memandang laporan, lalu mengangguk meski tampak belum senang.
'Papa ingin kamu tidak dimanfaatkan,' katanya.
'Aku juga. Tapi kalau aku hanya menunjukkan kekurangan mereka, aku tidak tahu bagian kita yang perlu diperbaiki.'
Papa tidak meneruskan bantahan. Ia menanyakan kapan jadwal pemeriksaan rumah berikutnya, dan Davina menjawab pengurus akan mengirim kabar setelah tahap saluran air selesai. Pembicaraan tentang rumah kini dapat berlangsung tanpa menentukan apakah Devon dan dirinya harus pindah. Ia senang dapat berpisah dengan ayah tanpa harus menyetujui seluruh keberatan atau menjadikan satu percakapan sebagai pertengkaran keluarga.
Di lorong, Anita menunggu untuk mengucapkan terima kasih karena cutinya tetap berjalan sementara laporan disiapkan. Davina mengatakan berkas dapat dikerjakan bersama penggantinya yang sudah mengetahui tugas. Manajer itu tertawa, mengaku sempat berkali-kali hendak membuka pesan kerja. Ia akhirnya mematikan pemberitahuan setelah mendapati tidak ada persoalan yang harus dijawab hanya oleh dirinya. Devon mengatakan itu kabar baik, lalu menunjukkan jam karena ia pun perlu kembali pada pekerjaan kantornya.
Mereka berpisah untuk beberapa jam. Davina mampir melihat pekerjaan rumah bersama pengurus. Bagian yang dibuka diperiksa sebelum ditutup, dan kontraktor menunjukkan foto kerusakan yang sudah ditangani. Ia mengirim kabar singkat kepada Papa, kemudian berhenti membeli makanan penutup untuk dibawa pulang. Ia ingin merayakan hasil yang selesai, meski tidak semua persoalan perusahaan gabungan telah mempunyai jawaban akhir.
Devon tiba ketika makanan hampir siap. Ia melihat bungkusan di meja, langsung menebak Davina membeli lebih banyak daripada untuk dua orang. Istrinya membela bahwa sebagian dapat disimpan, lalu menanyakan apakah ia berniat tidak mencicipi. Pria itu mengambil piring sebelum menjawab. Mereka makan sambil membicarakan hal yang paling melegakan hari itu: orang dapat memakai dua lokasi tanpa menunggu pasangan pemilik hadir untuk setiap keputusan.
'Kamu sadar sekarang aku punya alasan pulang lebih cepat?' tanya Davina.
'Aku mendukung hasilnya dengan sungguh-sungguh.'
Ia tertawa, menyodorkan makanan penutup. Setelah makan, mereka akhirnya dapat berjalan sebentar di taman gedung karena hujan sudah berhenti. Devon menggenggam tangannya dan menceritakan satu persoalan dari kantor yang ingin diselesaikan besok, lalu berhenti ketika Davina menunjukkan bunga yang baru mekar. Ia mendekat untuk melihat, tidak mengetahui namanya dan bersedia mengaku demikian.
Davina memotret bunga itu untuk ditanyakan kepada Mama. Suaminya berdiri di samping, menikmati udara yang tidak terlalu panas. Mereka belum tahu apa yang akan diminta Arman atau berapa lama rumah memperoleh penyewa. Namun, ada pekerjaan yang telah selesai dinilai, ada rencana yang dapat diteruskan, dan mereka dapat menghabiskan malam sebagai pasangan yang saling ingin ditemani. Ketika kembali ke penthouse, Devon menanyakan apakah masih ada makanan penutup. Davina tertawa, kemudian berlomba membuka pintu lebih dahulu.
Mama membalas foto dengan nama tanaman serta gambar kursi yang baru ditempatkan di teras. Davina memperlihatkan kepada Devon. Pria itu mengatakan kursinya tampak lebih nyaman di sana, lalu menanyakan apakah mereka dapat mampir makan pada akhir pekan yang kosong. Davina mengangguk dan mulai memeriksa jadwalnya.