Plak! suara sentangan tangan Dora yang menepas tangan Raiyen itu dan bergegas pergi ke atas.
"Apa nya yang salah? jika aku tidak datang ya maka tinggal kan saja tak usah menunggu ku! dan lagi jika aku ingin pergi dan berteman dengan siapa pun itu adalah urusan ku! aku tak perlu meminta ijin! lagian kaka itu juga sangat baikk.." fikiran kesal Dora sembari menyentak nyentak kan kaki nya yang sedang melangkah menaiki tangga itu.
Keesok kan pagi hari nya masih di kediaman RL Qin.
"Seperti nya Dora masih belum memaaf kan Evan." ujar Lilia yang melihat Dora duduk di kursi depan mobil saat ia ingin di antar kan ke sekolah.
"Nama nya juga anak anak, ada saat juga mereka akan menjadi labil, sudah lah ku yakin ikatan persaudaraan mereka sangat lah kuat." ujar Raiyen sembari merangkul bahu Lilia