79. Titik sinyal
Drap.. drap.. drap! brak! suara langkah lari dan pintu yang di buka sangat kencang, terlihat Evan sedang berlari dengan wajah panik nya sembari memegang jam tangan dan memakai kaca mata penyelidik kan nya berlari ke arah Raiyen.
Evan "Hos.. hos.. hos, Ayah! Ca.. caca! hos.. Caca.. dalam bahaya!" ujar terengah engah nya namun Raiyen hanya membalas dengan wajah datar dingin nya.
"Dia dalam bahaya pun kami tak akan peduli.. apa kau tau, wanita yang kau anggap sahabat itu benar pelaku nya." saut ketus Davit.
Evan "Aku sudah mengetahui nya paman, ayah dengar kan aku beberapa jam yang lalu aku mendapat kan sinyal aneh dari jam ini.. " ujar nya mengingat sewaktu beberapa jam lalu di taman kediaman RL Qin.
Taman kediaman RL Qin.
Srssss.. srsss.. suara angin berhembus di teli