Cih.. entah yang di kata kan anak ini benar atau salah, dan wajah polos nya itu, bagaimana pun Lilia tak boleh merasa simpati pada nya karena ia lah satu satu nya orang yang berada di dekat paman dan bibi!" fikiran Davit sembari menatap tajam Caca.
Lilia "Maaf Caca.. kami sedikit agresif karena kematian ayah dan ibu, kami jadi mencurigai semua orang."
Caca "Tak apa bibi.. Caca baru mengerti kenapa bibi mengundang Caca dan tatapan kalian penuh dengan kecurigaan, apa karena Caca yang saat itu sedang berada dekat dengan paman Faton Qin dan Bibi From Qin?" ujar Caca seketika membuat Raiyen dan Davit saling bertatapan.
"Dengan aku berbicara seperti pasti akan mengurangi ke curigaan mereka dan lagi ada bibi Lilia yang menjadi poin ku! aku hanya perlu mengatakan sesuai yang di kata kan bibi R