Pagi-pagi sekali Ardian harus berangkat ke Kupang, Nusa Tenggara Timur bersama sahabatnya Rendra. Di sana telah terjadi badai besar yang memporak-porandakan seluruh bangunan dan juga pepohonan yang awalnya berdiri kokoh. Angin kencang pun masih sesekali melintas dan menerbangkan seng ataupun puing-puing rumah yang ringan. Namun, demi tugas dan tanggung jawabnya sebagai reporter. Mau tidak mau Ardian pun harus berangkat ke sana untuk melaporkan kejadian terupdate bagi acara berita yang selama ini menaunginya.
Di kursi rias samping tempat tidurnya, Ardian memakai sepatu sneaker berwarna abu-abu yang terlihat sangat cocok membalut kakinya. Sementara di atas tempat tidur Clarissa masih tertidur pulas berselimutkan bedcover yang hangat. Sesekali Ardian melirik istrinya. Walau sebenarnya ia ker