BAB 27 | Undangan Sore dan Kehadiran Sang Penguasa
Udara di koridor Departemen Legal terasa jauh lebih tenang dan berwibawa dibandingkan hiruk-pikuk di lantai divisi lain. Dona berdiri di sana, mempertahankan senyum paling manis dan postur tubuh paling anggun yang bisa ia tampilkan. Di hadapannya, Damian Raditya Pradipta baru saja menutup sebuah map dokumen, menatap Dona dengan alis sedikit bertaut.
"Maaf mengganggu waktu sibuk Bapak," ulang Dona dengan nada yang sengaja dilembutkan, seolah ia sedang membawa sebuah rahasia negara. "Tapi... ada hal yang sangat krusial yang ingin saya bicarakan tentang Saudari Aruna. Bisakah kita mengobrol berdua secara privat?"
Damian menatap Dona sejenak. Instingnya sebagai seorang ahli hukum langsung menangkap ada sesuatu yang tidak beres dari cara wanita ini berbicara. 'Krusial' dan 'Aruna' dalam satu