Pagi itu, udara di istana terasa lebih panas dari biasanya. Tab berjalan dengan langkah cepat menuju ruang tahta, tempat ayahnya biasanya berada. Ia sudah memikirkan perbincangan ini selama beberapa hari—berani bertanya, berani mencari jawaban.
Sesampainya di depan pintu besar ruang tahta, Tab berhenti sejenak, menarik napas panjang, dan mengetuk pintu dengan hati yang berdebar. Ketika pintu terbuka, ia melihat sang raja, ayahnya, sedang duduk di atas singgasana, memandangnya dengan mata yang tajam dan penuh wibawa.
"Tab," suara sang raja dalam, penuh ketegasan, "apa yang membawamu kemari?"
Tab merasa jantungnya berdegup kencang, namun ia berusaha menjaga ketenangannya. "Ayah," katanya dengan suara yang tegas, meski sedikit bergetar, "aku ingin bertanya. Aku ingin menjadi seorang pengelana. Aku ingin meninggalkan kerajaan ini dan berkelana ke dunia luar, untuk menjadi legenda, bukan penerus tahta."
Sang raja terdiam sejenak. Tatapan matanya yang tajam tak pernah lepas dari wajah Tab, seolah sedang menilai setiap kata yang keluar dari mulutnya. Setelah beberapa detik yang terasa lama, sang raja akhirnya berbicara dengan nada datar.
"Tab," jawabnya perlahan, "kerajaan ini membutuhkanmu. Kamu adalah penerus yang akan menjaga kekuatan dan kehormatan kita. Tidak ada ruang untuk petualangan bagi seorang pangeran. Tugasmu adalah melayani kerajaan dan rakyat, bukan mengejar legenda."
Tab menatap ayahnya, hatinya terasa teriris. Kata-kata itu bagaikan belenggu yang semakin mengikat dirinya. Namun, ia tahu bahwa ini adalah saat yang menentukan.
"Aku tidak bisa menjadi apa yang kamu inginkan, ayah," jawab Tab dengan tegas. "Aku ingin mencari jalan hidupku sendiri."
Sang raja menunduk sejenak, lalu kembali menatap Tab dengan ekspresi yang lebih lembut, namun masih penuh beban. "Kamu terlalu muda untuk memahami tanggung jawab ini, Tab. Namun, aku tahu betapa keras kepala dirimu. Jadi, jika kamu ingin berpetualang, aku akan memberimu kesempatan."
Tab terkejut, tidak menyangka ayahnya akan memberikan izin, meski masih penuh syarat. "Apa maksud Ayah?"