“Maaf Lusi.”
Tubuh Lusi menegang begitu mendengar bisikan Edward di samping telinganya, seiring ia kehilangan kehangatan dari tubuh Edward yang perlahan melepas pelukan. “Aku mencintai Rinka, dan kita sudah sepakat sebelumnya maka aku akan menceraikanmu,” ujar Edward.
Rinka yang awalnya salah paham terkejut mendengar perkataan Edward yang ternyata memilih dirinya. Terlebih ketika pria itu berpaling menghampirinya, Rinka mendadak spechless.
Edward menggenggam kedua tangan Rinka. “Maafkan aku juga, maaf sudah membuatmu berada di situasi sulit ini. Aku tahu pasti menyakitkan bagimu dicap sebagai selingkuhan,” tuturnya dengan senyuman sendu.
Masih dengan raut sulit percaya, Rinka pun bertanya, “Jadi aku memenangkanmu?”
Edward mengangguk pelan, lalu menyentuh dagu Rinka dan menciumnya di h