“Kamu ingin melihatku bahagia, kan?”
“Edward, jawab aku…”
“Tentu, kebahagiaanmu yang utama untukku.”
Jawaban yang Edward berikan pada wanita itu sukses menjerumuskan Rinka ke dalam jurang kehancuran. Perasaan kecewa yang teramat besar tergambar jelas di sepasang mata cokelat milik Rinka yang kini mulai berkaca-kaca.
Apa Edward lupa semua janji dan rencana yang sudah mereka susun sebelumnya?
“Lalu kamu akan kembali bersamaku kan? Hidup bahagia bersama bertiga, aku janji akan memperlakukan kalian secara adil dan menjadi istri yang baik.” Lusi meyakinkannya, sementara tatapan Edward masih terpaku ke arah Rinka yang menunggu responnya.
“Ed?”
Heran karena Edward tak kunjung menjawab, Lusi tiba-tiba mengikuti arah pandang Edward ke tempat Rinka yang langsung bersembunyi dibalik pilar ag