“Kemarin malam Lusi memutuskan memilihku.”
Pernyataan itu bagai sambaran petir yang mematikan seluruh saraf tubuh Rinka yang membeku di tempat. Hatinya hancur berkeping-keping, satu persatu kenangan romantis antara mereka muncul di kepalanya membentuk serangkaian film yang diputar.
Lalu imajinasi itu dihancurkan oleh kenyataan bahwa ia hanyalah kekasih gelap Edward Schmidt. Mungkinkah secara tidak langsung Edward sedang memberi sinyal hubungan mereka harus berakhir karena ia akan bersatu dengan istrinya lagi?
Pemikiran itu langsung dipatahkan oleh perkataan Edward.
“Kamu jangan khawatir, aku merasa Lusi terpaksa saat memutuskannya karena kasihan padaku. Aku tidak mau menjalani rumah tangga berlandaskan rasa simpati, apalagi ketika Lusi tidak merasa bahagia di dalamnya,” kata Edward den