Hari pun kian berlalu. Tak terasa hari lahir pangeran sudah dekat. Menjelang perayaan hari ulang tahun pangeran Hong Hui, keadaan istana menjadi lebih sibuk dari biasanya. Para pelayan istana mulai melakukan tugas mereka guna menyiapkan segala sesuatu untuk perayaan tersebut. Di bawah komando permaisuri kedua, mereka mencoba membuat sesuatu yang berkesan untuk calon penerus kerajaan Anming.
"Permaisuri."
Fen yang tengah memilah-milah potongan kain yang akan di buat pakaian menoleh, menatap seseorang yang baru saja memanggilnya, membalikkan badan dan memberikan sosok itu senyum manis.
"Ada apa pangeran Hong Hui?"
Hong Hui terdiam sejenak. Wajah datarnya membuat lawan bicara tak mengerti apa yang tengah ia rasakan, "Apa ini tidak terlalu berlebihan, saya tidak menginginkan perayaan ulang