“Yang Mulia.” Lirih Ying Hua dalam keterkejutannya, kini matanya tertuju pada hazel Zhuo Zu, terpaku menyelami pusaran bening milik pria tersebut. Dirinya seolah tersedot masuk kedalam mata indah itu.
Zhuo Zu sendiri masih bungkam. Memandang raut Ying Hua yang terkejut karena kehadirannya. Menikmati wajah ayu itu yang memandangnya tanpa berkedip.
Zhuo Zu menahan napas. Wajahnya perlahan memerah. Entahlah, akhir-akhir ini dirinya lebih sering merasakan hawa panas di wajahnya jika berdekatan dengan yang mulia. Dan tentunya, dengan detakan jantung yang bertalu lebih cepat dari sebelumnya.
Ying Hua berdeham, tangannya mencoba melepas rangkulan yang mulia. Namun bukannya terlepas, pelukan itu malah semakin erat. Merapatkan punggung mungilnya pada d**a bidang yang mulia.
"Yang mulia." Ying