Fen menyesap minumannya anggun. Matanya menatap sesosok orang yang memenuhi panggilannya dan berkunjung di kediamannya. Wajah ayu wanita nomor satu kerajaan Anming itu tampak tenang, mendengar semua ucapan dari lawan bicaranya.
"Kenapa kau begitu yakin jika gadis padepokan itu sudah mati? Tidak ada kabar dari gadis itu bukan mengartikan jika ia benar-benar telah tewas." Fen meletakkan cawan tehnya dengan gerakan anggun, "Ingat kemampuan bela diri dan juga kepintaran gadis itu, menteri Ping."
Ping mengangguk mendengar penjelasan dari permaisuri kedua, "Mungkin anda benar permaisuri, tapi orang-orang kita telah mengaku jika berhasil melukai gadis itu. Bahkan menjerat lehernya dengan tali."
"Dia gadis tangguh menteri, bahkan ia selamat dari racun langka mematikan." Ingatan Fen berputar men