Malam semakin larut. Yang mulia dan pangeran Hong Hui kini sudah terlelap di samping tubuh Ying Hua yang masih tergeletak lemah. Mengurung gadis itu untuk berada di tengah-tengah mereka. Memeluk tubuh rapuh itu seolah takut jikalau si empunya tubuh menghilang.
Zhuo Zu yang merasakan gerakan dari tubuh mungil di sampingnya membuka mata. Kedua renita hazelnya langsung terfokus pada wajah pucat Ying Hua yang tampak gelisah dalam lelapnya. Keringat dingin membasahi dahi hingga leher gadis itu. Giginya bergemelatuk dan tubuhnya bergetar kecil.
Zhuo Zu langsung terbangun. Ia mengusap dahi Ying Hua yang basah oleh keringat. Rasa dingin seketika menjalar di telapak tangannya kala bersinggungan dengan kulit tubuh Ying Hua. Dengan segera ia meraih tangan gadis itu. Dan dingin yang hampir menyama