"good morning sayang" sapa rangga kala melihat istrinya bangun dan mengeliat gara gara sinar matahari.
"morning juga sayang udah lama bangunya' kenapa gak bangunin aku sih sayang biar aku masak kan jadi kesiangan nih" liza cemberut hanya di tanggapi senyuman yang manis dan ciuman di kening yang membuat liza merona akibat ulah suaminya yang tampan ini.
"iiih jangan gitu sayang kan aku malu sih"
"kenapa harus malu sih sayang namanya suami terhadap istri bebas dong sekedar ciuman aja mah biasa apa lagi yang kayak malam tadi" goda rangga karna liza lagi lagi merona dan menunduk karna di godain suaminya.
"bangun sayang mandi lepas itu kita keruang makan pasti mama sama papa sudah menunggu pengantin baru ini keluar dari kamar" lagi lagi rangga menggoda liza hingga akhirnya rangga meringis karna ulah istri cantiknya yang mencubit pingganya.
"sakit sayang masa menyambut pagi suaminya malahdi cubit" tutur rangga sambil menoel hidup liza.
"biarin siapa suruh menggoda saja kerjaan yang buat aku malu' yaudah sayang aku mau mandi deluan gak usah ikut" tutur liza karna malu beberapa saat liza mau mencoba bangkit dan berjalan dia yerjatih dan meringis karna di bagian sana sangat sakit akibat ulah suaminya itu yang tidak mengasih liza istirahat yang di gempur habis habisan dan mana liza lihat suaminya yang ketawa melihat istrinya sedang bengini malah bikin liza sebel aja akibat ulah suaminya.
"bukan bantuin malah ngetawain puasin aja ketawanya lihat aja ntar malam aku suruh tidur diluar" bukanya takut malah mangkin ketawa yang lagi lagi liza aja bisa bersabar.
"iya iya sayang ayo aku gendong aja ya dan mandi sama aja kita kan kamu lagi gak bisa jalan itu kan masih sakit" bisa bisanya suaminya menggoda di kala begini.
selesai mandi mereka turun kebawa dan melihat mama papa liza sudah menunggu di ruang makan sambil senyum senyum melihat jalan liza dan mana suaminya ini malah senyum senyum juga yang mana membuat liza malu.
"wah wah aurah pengantin baru yang baru turun dari kamar mana liza udah keramas aja apa lagi kerja keras buatin mama cucunih" goda mama liza yang menahan ketawanya dan papanya hanya bisa tersenyum dan suaminya astaga malah sudah ngakak.
"udah mama ayo makan ntar aja kalau mau goda liiza sekarang kita makan dulu kasihan liza kekuatan tubuhnya sudah habis tadi malam" tambah papa liza yang menggoda putirnya mana seisi meja makan ketawa sepuasnya dan jangan lupa suaminya yang mana membuat liza merona malu dan menunduk.
"udah lah mah ayo makan liza udah lapar nih gara gara menantun mama ini" alibi liza malah membuat seisi meja makan balik ketawa yang mana mangkin ngakak.
setelah semunya diam mereka makan dengan hening yang hanya terdengar syara dentingan sendok yang sedang beradu dengan piring, setelah selesai makan pagi mereka duduk di ruang tenggah yang mana lagi membahan kepergian meraka sore nanti untuk hanimoond.
"liza rangga jadi sore nanti kalien berangkat hanimoondnya" tanyak papa liza terhadan putrinya dan menantunya
"jadi pah soalnya rangga idah boking semuanya dari terevel hotel dan semuanya pah selama dua minggu kedena"
"liza setelah pulang hanimonnd kamu ikut rangga atau tetap tinggal disini mama sih hanya bisa iklas kamu dimana yang penting doa mama utnuk kaliem"
"rangga putuskan mama liza tingga disini aja soalnya proyek rangga jauh dari tempat tinggal karna masih pembangunan semua kasian liza ntar sendirian disini"
"liza kamu gimana mau ikut suami mu atau disini" ujar papa liza.
"liza sih bagai mana keputusan mas rangga aja pah" ujar liza.
setelah pembahasan itu liza dan rangga masuk kamar untuk membereskan barang bawaan mereka untuk hanimoond dua minggu kedepan.
setelah semuanya selesai mereka tidur siang untuk mempersiapkan diri untuk penerbangan yang sangat memakan waktu.
sebelum berangkat papa liza bertanyak ke menantunya prihal pekerjaannya.
"rangga pulang hanimoond kamu langsung balik ke tempat kerjaan mu" tanyak papa liza.
"iya pah soalnya kan cuti rangga gak banyak ini aja kan di paksa dapat cuti segini lama" ujar rangga mengingat kerjaan yang yang hanya dapat cuti sebentar.
"yaudah mana baiknya aja nak" papa liza nepuk bahu rangga setelah pembahasan prihal pekerjaan rangga, liza dan rangga berangkat menuju bandara dan sebelom berangkat mama liza masih sempat menggoda liza.
"liza kuatkan ataminan mu ya agar cepat jadi tuh cucu mama" goda mama liza yang di balas kerlingan mata malas liza
"udah lah mama doain aja ya liza capek mana mama selalu goda liza aja kerjanya" ungkan liza terhadap sikap mamanya yang hanya di balas ketawa dari mama papa dan suaminya itu selah itu mereka berangkat menuju bandara karna tidak lama lagi pesawat yang akan membawa mereka akan terbang dan bandara dari rumah liza tidak jauh jadi mereka tidak akan terlambat lanin cerita jika mancet wkwkwkwk.
maaf ya sayang baru bisa lanjutin ceritanya karna baru sembuh
jaga jarak dan jangan lupa masker dan cuci tanganya.
salam sayang dari
ell_harahap